
Petugas menunjukan vaskin sinovac sebelum melakukan vaksinasi covid-19 tahap I di Rumah Sakit Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis (14/1/2021). Tahap I vaksin diberikan kepada pejabat daerah dan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan
JawaPos.com - Singapura sudah menyetujui dan memberikan suntikan vaksin pada warganya. Ada 2 vaksin dari 3 yang sudah sampai di negara itu. Namun, baru vaksin Pfizer dan Moderna yang disetujui penggunaannya. Sedangkan Sinovac, meski sudah tiba, Singapura belum menerbitkan izin penggunaan darurat (EUA).
Dekan dari National University of Singapore Saw Swee Hock School of Public Health Profesor Teo Yik Ying, mengatakan bahwa semakin banyak orang yang divaksinasi di seluruh dunia, dapat mencegah atau setidaknya meminimalkan risiko infeksi dan penularan, selain mencegah penyakit parah. Lebih banyak vaksin yang tersedia tentu lebih baik.
Singapura telah menyetujui vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna, dan menerima pengiriman vaksin CoronaVac dari perusahaan Sinovac, Tiongkok. Namun belum menyetujui penggunaan Sinovac.
Baca juga: Pakar Singapura: Vaksin Covid-19 Tak Pengaruhi Susunan DNA Manusia
Prof Teo mencatat bahwa data publik tentang keefektifan vaksin Sinovac sebenarnya lebih tinggi dari target kemanjuran setidaknya 50 persen yang disyaratkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sejumlah regulator, termasuk European Medicines Agency. Artinya Sinovac sudah memenuhi syarat. Lalu mengapa izin penggunaan belum terbit?
Menurutnya, efektivitas Sinovac bervariasi sesuai dengan uji klinis di berbagai negara. Dan berkisar dari 50,4 persen hingga 91,3 persen.
“Sehingga perlu adanya asesmen yang tepat terhadap data uji klinis tersebut,” kata Prof Teo seperti dilansir dari Straits Times, Rabu (3/3)
Harapan bahwa kehidupan dapat kembali normal semakin kuat minggu ini, karena lebih banyak pusat vaksinasi Covid-19 bermunculan di seluruh Singapura. Sudah sekitar dua bulan sejak Singapura meluncurkan program vaksinasi.
Wakil ketua kelompok untuk pendidikan dan penelitian di National Healthcare Group, Profesor Benjamin Seet, mengatakan semakin banyak orang yang telah divaksinasi, semakin banyak yang akan terlindungi dari gejala penyakit Covid-19. Vaksin melindungi orang dari penyakit sedang hingga parah.
"Tetapi Sars-CoV-2 mungkin masih menulari orang yang divaksinasi. Namun tidak akan membuat orang tersebut sakit parah," tegasnya.
Ada beberapa perkiraan yang menunjukkan bahwa setidaknya 70 persen atau lebih populasi perlu divaksinasi sebelum kekebalan kawanan tercapai. Profesor Mike Toole, seorang ahli epidemiologi di Burnet Institute, sebuah lembaga penelitian medis di Melbourne, mencatat bahwa Singapura belum mendekati tingkat kekebalan kawanan.
Peluncuran vaksin di Singapura diharapkan semakin cepat. Lansia berusia 70 tahun ke atas, dan lebih dari 50 ribu pengemudi taksi dan mobil sewaan aktif, baru-baru ini telah ditawari kesempatan untuk mendapatkan dosis pertama vaksin mereka. Mereka yang berusia 60 tahun ke atas diharapkan divaksinasi mulai akhir bulan ini. Diperkirakan 1,25 juta akan divaksinasi pada akhir bulan depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022