
Photo
JawaPos.com - Para peneliti Brasil masih melakukan penelitian untuk mengetahui efikasi atau kemanjuran vaksin Covid-19 dari Sinovac yakni CoronaVac. Kali ini subjeknya adalah para tenaga kesehatan.
CoronaVac adalah vaksin yang dapat ditoleransi dengan baik yang mengandung Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) sindrom pernapasan akut yang tidak aktif, dan menyebabkan respons humoral pada studi fase 1 dan 2. Analisis uji klinis fase 3 di Brasil yang mengevaluasi 12.607 peserta menunjukkan bahwa vaksin tersebut memiliki kemanjuran 50,39 persen usai 15 hari setelah dosis ke-2.
Kemanjuran vaksin mengacu pada proporsi penurunan penyakit di antara individu yang divaksinasi dalam uji klinis, sedangkan efektivitas vaksin adalah penurunan pada orang yang divaksinasi penyakit dalam kondisi dunia nyata. Penelitian belum berfokus pada efektivitas CoronaVac sejauh ini.
Baca juga: Sinovac Digunakan di Seluruh Dunia, Tiongkok Bangga Vaksinnya Manjur
Baca juga: Ahli Barat Puji Vaksin Sinovac Manjur 100 Persen Tekan Angka Kematian
Meski begitu, Peneliti dari Brasil baru-baru ini melaporkan terjadinya gejala Covid-19 pada sekelompok petugas kesehatan yang divaksinasi dengan CoronaVac. Mereka juga memperkirakan keefektifan vaksin tersebut. Studi ini dipublikasikan di server pracetak, medRxiv.
Seperti dilansir News Medical, CoronaVac diberikan kepada kelompok studi dari 22.402 petugas kesehatan di Rumah Sakit das Clinicas selama 18 dan 21 Januari 2021 dan 21.652 petugas kesehatan selama 14-16 Februari 2021.
Baca juga: Manjur hingga 100 Persen di Malaysia, Vaksin Sinovac Aman untuk Lansia
Kasus gejala Covid-19 dievaluasi setiap minggu. Pada minggu ke 3-12 tahun 2021, prediksi jumlah kasus di antara petugas layanan kesehatan dibandingkan dengan jumlah kasus sebenarnya pasca vaksinasi. Untuk minggu 9-12, 2 sampai 5 minggu setelah dosis kedua vaksin vaksin makin efektif.
Sebanyak 380 petugas kesehatan masih didiagnosis Covid-19 sejak dosis pertama vaksin. Namun setelah 2 sampai 3 minggu setelah dosis kedua efektivitasnya naik menjadi 50,7 dan 51,8 persen masing-masing. Efektivitas meningkat selama 2 minggu berikutnya.
Namun, tetap ada kekhawatiran tentang vaksinasi yang mengarah pada peningkatan infeksi berdasarkan varian karena vaksin mungkin tidak efisien terhadap varian virus yang lebih baru. Namun, penulis percaya bahwa tingginya prevalensi mutasi P1 dan varian lainnya mencerminkan situasi epidemiologi di wilayah tersebut.
Pada November 2020, varian P1 disebut-sebut akan muncul di wilayah Amazon di Brasil. Ini menyebar dengan cepat dan menjadi jenis yang dominan dalam 7 minggu, di beberapa wilayah di Brasil. Kota Sao Paulo baru-baru ini melaporkan 64 persen varian P1 dan 7 persen dari B.1.1.7 dalam sampel yang dikumpulkan antara 16 Februari dan 6 Maret 2021.
Kesimpulannya, sejak pemberian dosis pertama CoronaVac kepada petugas kesehatan di rumah sakit, kasus Covid-19 telah berkurang di antara petugas kesehatan. Dan makin efektif setelah dosis kedua.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
