
US President Donald Trump speaks during the daily briefing on the novel coronavirus, COVID-19, in the Brady Briefing Room at the White House on March 26, 2020, in Washington, DC. (Photo by JIM WATSON / AFP)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali merespons insiden yang membuat George Floyd tewas saat dilakukan penangkapan. Untuk mencegah hal-hal serupa terjadi, Trump meminta penggunaan teknik mencekik leher sebaiknya tidak dilakukan oleh polisi saat melakukan penangkapan atau penindakan.
Hanya saja, Trump menambahkan bahwa penggunaan teknik mencekik leher dapat dilakukan jika seorang polisi berada dalam situasi yang berbahaya.
"Saya tidak suka teknik mencekik leher. Tapi kadang-kadang, teknik mencekik leher perlu dilakukan jika Anda berada dalam situasi yang sulit seperti ketika sendirian dan sedang melawan seseorang," ujar Trump.
Beberapa anggota Republikan atau Partai Republik di Kongres mengindikasikan dukungan untuk larangan teknik mencekik leher yang diusulkan oleh Demokrat pascakematian Floyd. Seperti diketahui, Floyd tewas setelah lehernya ditekan menggunakan lutut oleh seorang polisi Minneapolis, Derek Chauvin, hampir sembilan menit. Kematian Floyd memicu gelombang protes di sejumlah kota di Amerika.
Sementara itu, Jaksa Agung AS William Barr, dalam sebuah wawancara di Fox News mengatakan bahwa dia mendukung pelarangan teknik mencekik leher. Namun, teknik tersebut dapat digunakan apabila polisi berada dalam situasi yang bisa mengancam nyawanya.
Senator Republik Tim Scott, yang menyusun undang-undang reformasi kepolisian, mengatakan kepada CNN pada Jumat (12/6) bahwa pihaknya dan Demokrat sepakat bahwa polisi harus mengurangi secara signifikan penggunaan teknik mencekik leher.
Sebelumnya, sebagian besar anggota Dewan Kota Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, mendukung rencana menutup departemen kepolisian di kota tersebut dan menciptakan cara baru yang dapat memastikan keamanan masyarakat. Rencana itu menunjukkan aksi massa yang memprotes kematian Floyd punya dampak pada sistem kepolisian di Minneapolis.
Dewan Kota Minneapolis belum membahas secara resmi rencana mengurangi anggaran kepolisian atau mengubah tatanan di dalamnya. Namun, Ketua Dewan Kota Minneapolis Lisa Bender mengatakan mayoritas anggota mendukung rencana tersebut.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=McwqmGxNku4
https://www.youtube.com/watch?v=S4miagQy9U8
https://www.youtube.com/watch?v=kzr-GRUgvl8

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
