
Kerabat berada di dekat makam pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal usai dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (26/3/2020). Pemprov DKI Jakarta menyediakan dua taman pemakaman umum (TPU) untuk pasien virus corona (Cov
JawaPos.com - Pemerintah Amerika Serikat dilanda ketegangan karena kewalahan menghadapi lonjakan pasien positif virus Korona. Pada Selasa (31/3), rekor kematian per hari akibat Covid-19 terpecahkan di mana ada 700 kematian dalam satu hari di Negeri Paman Sam.
Jumlah ini sama dengan ada orang yang meninggal setiap dua menit akibat virus Korona. Hampir setengah dari kematian itu terjadi di negara bagian New York yang merupakan episentrum pandemi Coronavirus. Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan bahwa hal yang lebih buruk mungkin masih akan terjadi beberapa minggu lagi.
"Ini adalah titik di mana kita harus siap untuk minggu depan ketika kita akan mengalami peningkatan besar dalam jumlah kasus. Yang saya tanyakan dengan sangat jelas, pekan lalu, adalah untuk personil medis dan militer yang akan ditempatkan di sini," kata de Blasio di Pusat Tenis Nasional Billie Jean King di Queens, tempat sebuah rumah sakit sedang dibangun seperti dilansir dari Channel News Asia, Rabu (1/4).
De Blasio mengatakan dia telah meminta Gedung Putih untuk tambahan 1.000 perawat, 300 terapis pernapasan dan 150 dokter pada 5 April tetapi belum menerima jawaban dari kantor administrasi Trump. Lebih dari 3.700 orang telah meninggal akibat Covid-19 di Amerika Serikat selama wabah. Jumlah itu bahkan lebih banyak dari jumlah orang yang meninggal dalam tragedi menara kembar World Trade Center pada 11 Sep 2001 silam. Total kasus AS yang dikonfirmasi naik menjadi 184 ribu, naik 21 ribu kasus dari hari sebelumnya.
Para ahli medis Gedung Putih memprediksi ada 100 ribu hingga 200 ribu orang bisa meninggal karena penyakit pernapasan di Amerika Serikat tahun ini. Lebih dari 30 negara bagian telah memerintahkan orang untuk tinggal di rumah saja. Sebuah langkah yang mencekik ekonomi dan menyebabkan jutaan orang tanpa gaji.
Seorang perawat perawatan intensif di sebuah rumah sakit besar di Manhattan mengatakan dia terkejut dengan kondisi pasien muda yang memburuk. Padahal sang pasien tak punya riwayat penyakit sebelumnya. Unit bedah medis di New York-Presbyterian Hospital cabang Hudson Valley juga kewalahan karena merawat 17 pasien Coronavirus, lebih dari setengah kapasitas rumah sakit. Sementara lonjakan pasien masih belum bisa ditekan.
Karena itu, Korps Insinyur Angkatan Darat AS sedang mencari hotel, asrama, pusat konvensi dan ruang terbuka besar untuk membangun sebanyak 341 rumah sakit darurat. Di Los Angeles, pusat konvensi besar kota itu diubah menjadi lokasi medis federal oleh Garda Nasional. Di negara bagian lainnya juga sedang diupayakan untuk membangun rumah sakit darurat lain untuk menampung lonjakan pasien yang tak terkendali.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
