
FILE - In this undated file photo, a lonely penguin appears in Antarctica during the southern hemisphere
JawaPos.com – Temuan ilmiah baru di Antartika mengejutkan dunia. Rupanya, koloni beberapa penguin di pulau paling selatan di bumi turun hingga 75 persen. Padahal, koloni penguin tersebut sempat diklaim sebagai salah satu yang paling kuat.
Ilmuwan yang menjalani ekspedisi Greenpeace dengan kapal Esperanza sedang memeriksa beberapa koloni di Pulau Elephant, salah satu habitat vital bagi berbagai jenis penguin di Semenanjung Antartika. Mereka menemukan bahwa total populasi yang terdata mencapai 52.786 pasangan. Jika dibandingkan hasil survei 1971 yang berjumlah 122.550 pasangan, populasi di pulau tersebut sudah turun 60 persen.
Salah satu yang paling banyak menurun adalah koloni chinstrap. Populasi kelompok penguin dengan bulu seperti pengikat helm itu turun sebanyak 77 persen.
’’Ini adalah dampak perubahan iklim,’’ ujar Noah Strycker kepada CNN. Pakar pengiun dari Stony Brook University itu merupakan salah seorang peserta ekspedisi.
Pemanasan air laut membuat krill, binatang yang menjadi sumber makanan utama hewan laut Antartika, semakin jarang. Beberapa hari lalu, suhu di Antartika baru saja mencetak angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni 18,3 derajat Celsius.
Meski begitu, chinstrap dikenal sebagai penguin yang cukup tangguh. Menurut situs Ocean Wide Expedition, penguin jenis tersebut bisa berenang hingga 80 kilometer dari pantai untuk mencari makanan. Mereka dinilai tak serapuh penguin lain. Setidaknya, International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengategorikan chinstrap sebagai jenis penguin yang paling tak dikhawatirkan.
’’Saat ini, kami tak tahu lagi apa yang bisa diharapkan di masa depan,’’ ungkap Strycker.
Sementara itu, ribuan pemuda melakukan aksi di Brussel, Belgia, pekan lalu untuk memperingati Ocean Week. Di barisan paling depan, terpampang patung penguin yang terbuat dari es.
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI ANTARTIKA
- Suhu permukaan Laut Antartika sudah naik setinggi 1 derajat Celsius sejak 1955.
- Lahan es seluas 25 ribu kilometer persegi hilang sejak 1950-an.
- Ketinggian laut mencapai 3 milimeter per tahun terhitung sejak 1990-an.
- Populasi krill, biota laut yang jadi makanan ikan di Antartika, terus menurun.
Sumber: British Antarctic Survey

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
