Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2020 | 07.30 WIB

Dampak Perubahan Iklim, Populasi Penguin Antartika Menurun

FILE - In this undated file photo, a lonely penguin appears in Antarctica during the southern hemisphere - Image

FILE - In this undated file photo, a lonely penguin appears in Antarctica during the southern hemisphere

JawaPos.com – Temuan ilmiah baru di Antartika mengejutkan dunia. Rupanya, koloni beberapa penguin di pulau paling selatan di bumi turun hingga 75 persen. Padahal, koloni penguin tersebut sempat diklaim sebagai salah satu yang paling kuat.

Ilmuwan yang menjalani ekspedisi Greenpeace dengan kapal Esperanza sedang memeriksa beberapa koloni di Pulau Elephant, salah satu habitat vital bagi berbagai jenis penguin di Semenanjung Antartika. Mereka menemukan bahwa total populasi yang terdata mencapai 52.786 pasangan. Jika dibandingkan hasil survei 1971 yang berjumlah 122.550 pasangan, populasi di pulau tersebut sudah turun 60 persen.

Salah satu yang paling banyak menurun adalah koloni chinstrap. Populasi kelompok penguin dengan bulu seperti pengikat helm itu turun sebanyak 77 persen.
’’Ini adalah dampak perubahan iklim,’’ ujar Noah Strycker kepada CNN. Pakar pengiun dari Stony Brook University itu merupakan salah seorang peserta ekspedisi.

Pemanasan air laut membuat krill, binatang yang menjadi sumber makanan utama hewan laut Antartika, semakin jarang. Beberapa hari lalu, suhu di Antartika baru saja mencetak angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni 18,3 derajat Celsius.

Meski begitu, chinstrap dikenal sebagai penguin yang cukup tangguh. Menurut situs Ocean Wide Expedition, penguin jenis tersebut bisa berenang hingga 80 kilometer dari pantai untuk mencari makanan. Mereka dinilai tak serapuh penguin lain. Setidaknya, International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengategorikan chinstrap sebagai jenis penguin yang paling tak dikhawatirkan.

’’Saat ini, kami tak tahu lagi apa yang bisa diharapkan di masa depan,’’ ungkap Strycker.

Sementara itu, ribuan pemuda melakukan aksi di Brussel, Belgia, pekan lalu untuk memperingati Ocean Week. Di barisan paling depan, terpampang patung penguin yang terbuat dari es.

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI ANTARTIKA
- Suhu permukaan Laut Antartika sudah naik setinggi 1 derajat Celsius sejak 1955.
- Lahan es seluas 25 ribu kilometer persegi hilang sejak 1950-an.
- Ketinggian laut mencapai 3 milimeter per tahun terhitung sejak 1990-an.
- Populasi krill, biota laut yang jadi makanan ikan di Antartika, terus menurun.

Sumber: British Antarctic Survey

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore