
Jamal Khashoggi. Arab Saudi akui bahwa jurnalis Jamal Khashoggi tewas di dalam Konsulat Istanbul karena pertengkaran.
JawaPos.com - Kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi akhirnya terungkap. Arab Saudi mengakui bahwa Jamal Khashoggi tewas dalam pertengkaran di konsulat Istanbul, Turki. Pihaknya pun mengaku telah memecat dua pejabat senior atas kematian Jamal Khashoggi.
Pengakuan Saudi ini datang setelah dua minggu penyangkalan, juga karena adanya tekanan dari negara Barat termasuk Amerika Serikat (AS) yang meminta penjelasan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pernyataan itu kredibel. Namun, anggota parlemen AS justru menyebut bahwa kematian Jamal Khashoggi karena pertengkaran sulit dipercaya. Kasus hilangnya Jamal Khashoggi memang sebelumnya memicu kecaman dan mendorong beberapa anggota parlemen AS untuk menyerukan tindakan keras terhadap Riyadh.
Media pemerintah Saudi memberitakan bahwa Raja Salman telah memerintahkan pemecatan dua pejabat senior, yaitu Saud al-Qahtani, penasihat istana yang dianggap sebagai tangan kanan untuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Sementara satu lagi merupakan wakil kepala intelijen Ahmed Asiri.
Meski mengakui kematian Jamal Khashoggi karena pertengkaran, namun Saudi tidak memberikan bukti yang mendukung laporannya tentang keadaan yang menyebabkan Jamal Khashoggi tewas. Tidak jelas juga apakah negara-negara sekutu Barat akan puas dengan cerita versi Saudi.
Dalam pernyataan terpisah, jaksa penuntut umum Saudi menyebut bahwa perkelahian terjadi antara Jamal Khashoggi dengan orang-orang yang bertemu dengannya di konsulat. Perkelahian itu rupanya berujung kematiannya. "Investigasi masih berlangsung dan 18 warga Saudi telah ditangkap," kata pernyataan itu sebagaimana dilansir dari Reuters, Sabtu (20/10).
Trump juga mengatakan bahwa pengakuan Saudi tersebut merupakan hal baik untuk saat ini. “Saya pikir ini langkah pertama yang baik, itu langkah besar. Ada banyak orang yang terlibat dan saya pikir itu adalah langkah pertama yang hebat," kata Trump.
“Arab Saudi telah menjadi sekutu besar kami. Apa yang terjadi tidak dapat diterima," katanya. Trump menambahkan bahwa dia akan berbicara dengan putra mahkota, MBS.
Namun, beberapa anggota parlemen AS skeptis dengan pernyataan Saudi yang mengatakan wartawan Washington Post itu tewas karena bertengkar. Trump pun mengaku akan menggelar kongres untuk langkah selanjutnya.
Apalagi, sumber-sumber Turki mengatakan bahwa pihak berwenang memiliki rekaman audio yang konon mendokumentasikan pembunuhan Jamal Khashoggi di dalam konsulat. Surat kabar pro-pemerintah Turki Yeni Safak telah memublikasikan rincian audio. Dikatakan bahwa penyiksa Khashoggi memotong jari-jarinya selama interogasi dan kemudian memenggal kepala dan memotong tubuhnya.
Jamal Khashoggi sendiri merupakan seorang kritikus putra mahkota yang tinggal di Amerika Serikat. Dia kolumnis Washington Post. Jamal Khashoggi hilang setelah memasuki konsulat pada 2 Oktober untuk mendapatkan dokumen pernikahannya mendatang.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
