
Seorang transgender Malaysia bernama Shika Corona memetik gitarnya di atas panggung Kuala Lumpur. Shika kerap menyanyikan lagu-lagu tentang kehidupan transgender yang unik
JawaPos.com - Seorang transgender Malaysia bernama Shika Corona memetik gitarnya di atas panggung Kuala Lumpur. Shika kerap menyanyikan lagu-lagu tentang kehidupan transgender yang unik. Dulu ia merupakan seorang anak laki-laki namun ia memutuskan untuk menjadi perempuan.
Sodomi dan berhubungan sesama jenis adalah tindakan ilegal di Malaysia yang mayoritas penduduknya Muslim. Kelompok-kelompok hak sipil mengatakan, penganiayaan terhadap komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) masih terjadi di Malaysia.
"Dia sangat mencintaiku, dia tidak ingin aku terbakar di neraka," kata Shika, menggambarkan bagaimana ibunya memintanya untuk menjadi dirinya yang dulu.
Permintaan ibunya itu mengilhami lagunya yang berjudul 'Berubah.' "Tapi aku tidak bisa melakukan itu," tambahnya. "Saya sangat menyesal, karena ini diri saya yang sebenarnya," terang Shika seperti dilansir Reuters, Jumat (29/3).
Menurut Shika, banyak lagunya berhubungan dengan pengalaman tidak diterima dalam keluarga Muslim konservatif dan masyarakat. Ia mendirikan band-nya pada tahun 2015.
“Saya tidak bisa menjadi diri sendiri atau mengekspresikan diri,” katanya tentang tumbuh menjadi transgender.
Shika, yang juga seorang desainer dan seniman visual mengatakan, dia terinspirasi untuk mengejar musik setelah mengunjungi Jepang dengan beasiswa pada tahun 2014.
"Di Jepang, aku melihat begitu banyak gadis membawa gitar. Saya pikir itu sangat keren dan menginspirasi saya untuk tetap berpegang pada impian saya untuk memulai band saya sendiri."
Malaysia tidak menerima pernikahan sesama jenis atau hak-hak LGBT. Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan, hal itu dengan terus terang. Sementara para pemimpin Islam mengatakan, homoseksualitas bertentangan dengan ajaran agama.
September lalu, dua perempuan dicambuk karena melakukan hubungan seks lesbian di negara bagian timur negara bagian Terengganu. Bulan ini, seorang menteri dan kelompok Muslim lainnya memprotes setelah aktivis LGBT menghadiri pawai untuk Hari Perempuan Internasional.
Terlepas dari risikonya, Shika mengatakan dia tidak khawatir dengan bermain di depan publik. "Kami hanya ingin bersenang-senang," katanya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
