Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Juni 2018 | 00.05 WIB

Raja Salman Mengancam, Rusia Tetap Jual Rudal S-400 ke Qatar

Raja Salman mengancam jika Rusia menjual rudalnya ke Qatar - Image

Raja Salman mengancam jika Rusia menjual rudalnya ke Qatar

JawaPos.com - Seorang politisi senior Rusia mengatakan, Moskow masih masih menyediakan sistem pertahanan udara senjata rudal S-400 ke Qatar meski Arab Saudi mengeluarkan ancaman kepadanya. Seperti dilansir Al Jazeera pada Minggu, (3/6), anggota Majelis Tinggi Rusia dan Wakil Ketua Komite Pertahanan dan Keamanan, Aleksei Kondratyev mengatakan, Rusia akan terus mengejar tujuannya sendiri dalam menentukan penjualan rudal S-400.


"Rusia mencari kepentingannya sendiri, memasok S-400 ke Qatar dan mendapatkan uang untuk anggaran negara. Posisi Arab Saudi tidak ada hubungannya dengan itu, rencana Rusia tidak akan berubah," kata Kondratyev seperti dilansir Sputnik, Sabtu, (2/6).


Kondratyev memahami, Saudi pasti akan memainkan peran dominasi di kawasan Teluk Arab. Oleh karena itu, ketegangan Saudi dapat dimengerti dengan baik oleh Rusia.


Komentarnya datang sehari setelah harian Prancis Le Monde melaporkan, Raja Salman mengancam akan mengambil tindakan militer jika Qatar memasang sistem pertahanan udara buatan Rusia. Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Presien Prancis Emmanuel Macron, Raja Salman meminta Macron untuk menekan Qatar agar tidak mengakuisisi S-400.


Raja Salman mengatakan, kekhawatiran tentang konsekuensi akuisisi rudal S-400 Rusia oleh Doha. Menurutnya pembelian rudal S-400 itu mengancam keamanan Saudi.


Pada bulan Januari, Duta Besar Qatar untuk Rusia mengatakan, pihaknya melakukan pembicaraan untuk mengakuisisi sistem pertahanan udara yang sudah berada pada tahap lanjut. Ini terjadi setelah penandatanganan perjanjian kerja sama militer dan teknis antara kedua negara pada Oktober 2017 untuk kerja sama lebih lanjut di bidang pertahanan selama kunjungan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu ke negara Teluk tersebut.


Pada tanggal 5 Juni 2017, Arab Saudi bersama negara-negara sesama Gulf Cooperation Council (GCC) seperti Bahrain dan Uni Emirat Arab, serta Mesir, memberlakukan blokade laut, udara dan darat di Qatar, menuduh negara itu mendukung terorisme dan melakukan destabilisasi wilayah tersebut.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore