
Paus Fransiskus berjanji tak ada lagi pelecehan seksual di gereja Chile
JawaPos.com - Paus Fransiskus berjanji kepada umat Katolik di Chile kalau tidak akan ada lagi pelecehan seksual di gereja. Dia menyatakan, gereja tidak akan lagi menutup-nutupi skandal yang telah mengancurkan kredibilitasnya.
Paus mengeluarkan pernyataan itu dalam sebuah surat kepada semua umat Katolik Chile. Hal itu dilakukan bersamaan dengan Vatikan mengumumkan, Paus mengirim dua penyelidik untuk mengumpulkan lebih banyak informasi tentang krisis di sana.
Penyelidik seksual dari Vatikan tersebut adalah Uskup Agung Charles Scicluna dari Malta, dan Pastor Jordi Bertomeu. Mereka berpengalaman di bidangnya dan sudah mengunjungi Chile di awal tahun ini.
Dalam surat yang dikeluarkan oleh para uskup Chile, Paus juga memuji para korban pelecehan seksual di negara itu karena gigih dalam membawa kebenaran meskipun ada upaya dari para pejabat gereja untuk mendiskreditkan mereka.
"Ini tidak akan pernah terjadi lagi, tidak akan ada lagi yang menutup-nutupi," kata Paus seperti dilansir Reuters, (1/6).
"Saya juga menyerukan kepada semua agar jeli dan berani dalam menghadapi ini," tambah Paus.
Dalam surat delapan halaman tersebut, ia juga menggambarkan bahwa skandal peleceham Chile ini sebagai luka yang sangat menyakitkan. Beberapa jam sebelum surat itu dirilis di Chile, Vatikan mengatakan, Scicluna dan Bertomeu akan berkonsentrasi pada keuskupan Osorno di Chile Selatan.
Keduanya akan bergerak maju untuk menyembuhkan para korban pelecehan seksual. Mereka juga menyiapkan laporan sebanyak 2.300 halaman dari hasil pembicaraan dengan korban, saksi, dan anggota gereja lainnya.
Pada tanggal 18 Mei, ada 34 uskup Chile mengundurkan diri setelah menghadiri pertemuan dengan Paus di Vatikan tentang pelecehan seksual di Amerika Selatan. Ia belum menerima pengunduran diri mereka.
Skandal ini berkisah tentang Pastor Fernando Karadima, yang dinyatakan bersalah dalam penyelidikan Vatikan pada 2011 karena melecehkan banyak anak lelaki di Santiago pada tahun 1970-an dan 1980-an. Ia tinggal di panti jompo di Chile, dia selalu membantah melakukan kejahatan seksual.
Para korban menuduh Uskup Juan Barros dari Osorno menyaksikan itu tetapi tidak melakukan apapun untuk menghentikannya. Barros merupakan salah satu dari uskup di Chile yang mengundurkan diri. Ia terus membantah tuduhan tersebut.
Selama kunjungan ke Chile pada bulan Januari, Paus juga sempat kukuh membela Barros. Tetapi beberapa hari setelah kembali ke Roma, Paus, mendapat informasi baru, mengirim Scicluna dan Bertomeu ke Chile.
Beberapa dari temuan mereka dimasukkan dalam dokumen 10 halaman yang disampaikan kepada para uskup ketika mereka datang ke Roma.
Pada bulan April, Paus menjadi tuan rumah tiga korban yang mengatakan, mereka dilecehkan oleh Karadima. Akhir pekan ini dia akan bertemu dengan para imam yang mengatakan mereka dilecehkan oleh Karadima ketika mereka masih muda.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
