Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2017 | 17.37 WIB

Israel Diberi Yerusalem, Palestina Hanya Ditawari Kota Pinggiran

Kota Suci Yerusalem - Image

Kota Suci Yerusalem

JawaPos - Saat Palestina berjuang mati-matian untuk menjadi sebuah negara merdeka, Saudi lebih sibuk dengan urusan internal negaranya dan konflik perebutan kekuasaan dengan Iran.


Putra Mahkota Kerajaan Saudi Mohammad bin Salman (MBS) juga sangat jarang menyebut pembicaraan damai Israel-Palestina. Saudi terlalu sibuk dengan urusannya sendiri.


Dia bahkan pernah menyatakan, urusan Palestina bukanlah prioritas dibanding perlawanan terhadap hegemoni Iran. Maka tak heran bulan lalu sempat muncul tagar di media sosial yang bertuliskan Riyadh more important than Jerusalem atau Riyadh lebih penting dibandingkan Yerusalem. Pernyataan tersebut didukung ribuan warga Saudi dari berbagai kalangan.


Pejabat senior di Brookings Institution, Washington, Shadi Hamid mengungkapkan, sebagian besar negara-negara Arab memang sepertinya tak keberatan dengan pernyataan Trump atas Yerusalem. Sebab mereka memiliki kedekatan dengan Israel karena sama-sama memusuhi Iran.


"Jika saja pejabat Saudi, termasuk putra mahkota, benar-benar khawatir dengan status Yerusalem, mereka akan menggunakan status istimewanya sebagai sekutu AS dan melobi untuk menghentikan langkah Trump," kata Hamid seperti dilansir Reuters, Sabtu, (9/12).


Trump tidak akan melanjutkan tindakannya jika saja Saudi mengambil sikap tegas tentang batasan mana yang boleh dan tidak terkait konflik Israel-Palestina.


Saat Trump memproklamasikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dunia mengecam. Saudi juga mengeluarkan kecaman. Tapi, di belakang panggung, negara penjaga dua situs suci umat Muslim itu malah mendukung proposal perdamaian AS yang menguntungkan Israel.


New York Times melaporkan, dalam pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Riyadh November lalu, Saudi malah menawarkan Abu Dis sebagai Ibu Kota Palestina. Abu Dis hanyalah kota kecil di pinggiran Yerusalem. Palestina juga ditawari kekuasaan parsial di Tepi Barat.


Keinginan Palestina menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara bukanlah perjuangan yang baru dilakukan. Namun Saudi sepertinya mengabaikan hal tersebut. Mereka seakan rela wilayah yang di dalamnya terdapat situs ketiga suci umat Muslim dunia, Masjidil Aqsa jatuh ke tangan Israel.


Padahal, dunia mengakui pendudukan Israel di Yerusalem Timur tidak sah. Beberapa pejabat Palestina juga mengungkapkan, selama beberapa pekan sebelum pernyataan Trump, Saudi malah mendesak Palestina untuk menerima tawaran perdamaian yang digagas AS.


Tawaran itu tentu saja sangat merugikan Palestina. Sejak Trump menjabat, hubungan AS-Saudi memang kian erat karena sama-sama memusuhi Iran.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore