
DISPLAY: Dua batik yang ada di WHO. Prof Tjandra Yoga Aditama (kiri).
JawaPos.com - Batik Indonesia dengan motif virus influenza dibuat untuk World Health Organization (WHO). Batik Banyumas itu kini terpampang di kantor WHO di Jenewa, Swiss, atas ide Prof Tjandra Yoga Aditama yang kini bekerja untuk WHO South East Asia Regional Office.
’’Saya baru kembali ke New Delhi dari Jenewa mengikuti rapat Obat Esensial WHO selama seminggu di sana, sempat mampir di Helsinki kemarin,’’ papar Tjandra yang berkantor di New Delhi tersebut.
Batik tersebut sengaja dibuat seiring peringatan 67 tahun Global Influenza Surveilans & Response (GISRS). Indonesia memelopori Pandemic Influenza Preparedness (PIP) dengan diskusi panjang 2007-2011 yang mengubah konsep GISRS-WHO.
’’Batik di WHO ini akan saya upayakan masuk dalam publikasi WHO South East Asia Regional Office (SEARO) tempat saya bekerja sekarang,’’ ujarnya.
Menurut Tjandra yang juga mantan DirJen P2PL & dan Kepala Balitbangkes tersebut, sepanjang dia terlibat di WHO, ini menjadi kali pertama keindahan batik diwujudkan sebagai bagian dari lembaga yang menjadi bagian dari PBB tersebut.
’’Mungkin teman-teman lain juga sudah pernah menjadikan batik sebagai alat komunikasi di Badan PBB masing-masing (di luar WHO) sesuai bidang tugas dan keahliannya. Semoga batik dan kekayaan budaya Indonesia akan makin mendunia, dan semoga derajat kesehatan masyarakat Indonesia juga terus meningkat,’’ ujarnya. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
