
Polisi melepaskan detektor metal yang dipasang di pintu-pintu masuk Jerusalem.
JawaPos.com – Setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak akhirnya Israel melepas detektor metal di Masjidilaqsa. Mereka akan menggunakan kamera pengawas dibandingkan detektor metal yang memicu ketegangan tersebut.
PM Israel Benjamin Natanyahu mengambil keputusan itu setelah dilakukan voting di kabinet pada Selasa (26/7). Ketegangan memuncak ketika dua polisi Israel terbunuh pada 14 Juli di Jerusalem. Wakil PBB di Timur Tengah sudah mengingatkan Israel kalau ketegangan itu berisiko menyebar keluar kota kuno tersebut.
”Kabinet menyetujui rekomedasi keamanan untuk mengubah semua bentuk pemeriksaan detektor metal dengan teknologi lain,” tulis Netanyahu dalam pernyataan resminya. Ditambahkan pernyataan tersebut, mereka sudah mengalokasikan dana untuk membeli perangkat pengamanan baru dan menugaskan lebih banyak polisi di Jerusalem.
Sebelumnya otoritas Israel mengatakan kalau detektor metal dibutuhkan karena orang-orang yang tidak bertanggung jawab menyelundupkan senjata ke dalam Jerusalem. Tetapi keputusan itu memicu protes. Teguran keras terus berdatangan. Termasuk dari Liga Arab, Paus Fransiskus, dan PBB.
”Jerusalem adalah garis merah. Tidak seorang pun warga Arab atau umat muslim akan membiarkan tindak kekerasan terjadi di sana,” kata Ahmed Abul Gheit, ketua Liga Arab, terkait dengan krisis yang dipicu kematian dua polisi Israel pada 14 Juli tersebut. Menurut dia, pemasangan metal detector alias alat pendeteksi logam dan kamera pengawas pascainsiden tersebut terlalu berlebihan.
Seperti Abu Mazen atau Mahmoud Abbas, pemimpin tertinggi Palestina, Gheit pun menyebut kehadiran alat pendeteksi logam dan kamera pengawas di pintu-pintu masuk Masjidilaqsa sebagai bentuk intervensi Israel.
Padahal, selama ini telah disepakati bahwa pengelolaan Masjidilaqsa berada di tangan muslim. Yakni pemerintah Jordania. Karena itu, wajar jika campur tangan Israel di bidang keamanan memicu amarah muslim.
Bagi Gheit, pengamanan berlebih yang Israel terapkan di Masjidilaqsa tersebut menjadi bukti bahwa negara itu sedang bermain api. ”Itu bisa memicu krisis yang lebih besar dengan masyarakat muslim dan Arab,” ujarnya.
Bersamaan dengan itu, Paus Fransiskus mengimbau semua pihak yang terlibat dalam konflik bisa menahan diri. Dari Vatikan, dia berharap konflik tersebut bisa diselesaikan lewat dialog damai.(*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
