
Seorang pemuda Palestina membakar ban dan melemparkannya ke arah tentara Israel di Tepi Barat, Selasa (13/10) lalu.
JawaPos.Com - Konflik antara Israel dan Palestina kian membara. Tambahan pasukan pengamanan yang diterjunkan Israel tidak mampu membendung amarah penduduk Palestina. Kamis tengah malam (15/10) yang terjadi bukan lagi penusukan di berbagai titik.
Massa membakar situs ibadah Yahudi atau yang lebih dikenal sebagai area makam Nabi Yusuf di Kota Nablus, Tepi Barat. Area lingkungan makam yang biasanya dipakai penduduk Yahudi untuk melantunkan doa sebulan sekali itu rusak cukup parah.
Namun, makam Yusuf sama sekali tidak rusak. Situs makam Yusuf itu masuk dalam teritori Palestina. Nabi Yusuf dihormati umat Yahudi, Islam, sekaligus kristiani. Makam tersebut pernah dibakar pada Oktober 2000 saat intifadah kedua.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk anarkisme itu. ''Saya mengecam keras tindakan seperti ini ataupun tindakan lain yang melanggar hukum, ketertiban, dan menghina budaya , agama, serta moral,'' ujarnya.
Abbas berjanji membentuk komite investigasi guna menyelidiki kasus pembakaran tersebut. Bukan hanya itu, dia juga menegaskan bahwa pihaknya segera melakukan perbaikan agar kondisi kompleks pemakaman suci tersebut kembali seperti semula.
Kejadian pembakaran itu bermula saat penduduk Palestina membuat barikade manusia di Kota Nablus untuk mencegah tentara Israel menghancurkan rumah-rumah warga. Israel memang menghancurkan rumah-rumah penduduk Palestina yang diduga sebagai pelaku penyerangan selama dua minggu ini.
Nah, ternyata, sebagian kecil massa malah merangsek ke arah makam dan membakarnya. Massa akhirnya berhasil dibubarkan pasukan keamanan Palestina.
“Membakar makam Yusuf adalah usaha yang berbahaya untuk memperuncing ketagangan yang sudah ada,” ujar Koordinator Khusus PBB untuk proses perdamaian di Timur Tengah Nickolay Mladenov.
Pembakaran tersebut berlangsung beberapa jam setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keinginannya untuk bertemu Abbas. Netanyahu menuding Abbas telah menyulut dan mendorong kekerasan di Jerusalem dan sekitarnya baru-baru ini. Sebab, meski meminta penduduknya tenang, Abbas tidak pernah sekalipun secara eksplisit mengutuk penusukan yang terjadi secara acak dan terus menerus itu.
Kasus pembakaran tersebut tidak menjadi akhir dari ketegangan. Sebab, kemarin (16/10) Hamas menyerukan hari pembalasan bagi penduduk Palestina. Penusukan tetap terjadi.
Seorang tentara Israel ditusuk di Kota Hebron, Tepi Barat, namun hanya terluka sedikit. Si penyerang ditembak mati.
Para pemuda Palestina yang melawan pendudukan Israel itu memang memilih pisau sebagai senjata utama mereka. Sebab, pisau mudah dibawa ke mana-mana, termasuk di kerumuman massa. Yang dibawa tidak mungkin senjata api karena pasti langsung terlacak dan ketahuan.
Mendapatkan senjata pun cukup sulit karena saat ini para pelaku penusukan bukanlah anggota Hamas, melainkan penduduk biasa yang sudah muak dengan proses perdamaian yang tidak kunjung disepakati dan kekerasan Israel yang terus terjadi.
Pemerintah Israel pun kembali menerapkan kebijakan pembatasan untuk memasuki Masjid Al Aqsa. Hanya orang-orang berusia di atas 40 tahun yang boleh memasuki masjid tersebut.
Pasukan keamanan Israel juga diterjunkan besar-besaran di Jerusalem sejak Minggu (11/10). Sebanyak 300 tentara diperbantukan untuk mendukung kekuatan pasukan kepolisian. Kali terakhir Israel menempatkan pasukan sebanyak itu untuk menjaga area Jerusalem adalah ketika intifadah kedua.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
