alexametrics

Makin Terbuka dengan AS, Pejabat Tiongkok Sebut Siap Damai Kapan Saja

13 Agustus 2020, 05:39:38 WIB

JawaPos.com – Seorang diplomat senior Tiongkok membuka diri untuk mencegah memburuknya keadaan terkait hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Diplomat yang juga Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Le Yucheng mengharapkan dialog yang bersifat terbuka demi terwujudnya perdamaian kedua negara.

Yucheng mengatakan siap untuk berbicara dengan pihak AS kapan saja. Dia pun siap untuk memulai pembicaraan.

“Siap untuk melakukan pembicaraan,” beber Yucheng dalam sebuah wawancara dengan portal berita Tiongkok, Guancha.cn yang diposting di situs Kementerian Luar Negeri, Rabu (12/8).

Yucheng adalah diplomat Tiongkok kesekian dalam beberapa pekan terakhir yang berbicara tentang keadaan hubungan dengan AS dan mengharapkan sebuah situasai damai. Terlepas dari seruan untuk berunding, pejabat Tiongkok itu menegaskan bahwa pihaknya tetap tak akan memberi toleransi jika menyinggung urusan kepentingan internal dan mencoreng martabat negara.

Yucheng sendiri tidak menyinggung soal Pilpres AS 2020. Akan tetapi dia menyebut secara tersirat bahwa beberapa bulan ke depan akan menjadi masa yang kritis.

“Kita harus tetap fokus tanpa terpengaruh oleh kekuatan ekstrem, menjaga arah yang benar atas hubungan bilateral, dan mencegah agar tidak lepas kendali atau tergelincir,” tegas Yucheng seperti dilansir dari South China Morning Post.

Selain itu, dia juga menyerukan agar dialog antara kedua pemerintah dilanjutkan. “Pertama, pertahankan jalur komunikasi tetap terbuka. Dialog seharusnya tidak ditunda. Secara khusus, tidak boleh ada ‘radio silent’ antara kedua kementerian luar negeri,” ungkapnya.

“Itu berarti meski sulit dan rumitnya masalah tersebut, harus tetap dibahas. Saya sendiri siap untuk berbicara dengan AS kapan saja,” tegas Yucheng.

Dia menambahkan bahwa pandemi Covid-19, ekonomi dan perdagangan, narkotika, perubahan iklim, pengentasan kemiskinan, masalah nuklir Korea Utara, dan keamanan Timur Tengah adalah area yang selama ini menjadi fokus Tiongkok dan AS. Hubungan antara keduanya telah memburuk dalam beberapa dekade. AS bahkan juga melarang aplikasi media sosial Tiongkok.

“Kami tidak pernah melakukan ‘serangan’ pertama. Dan setiap gerakan yang dibuat adalah pertahanan diri dan ‘serangan balik’,” demikian analogi dari Yucheng. “Kami tidak akan pernah berhenti ‘menyerang’ jika merusak kedaulatan dan martabat Tiongkok,” imbuhnya.

Seperti diketahui, diplomat Tiongkok telah meminta AS untuk memperbaiki hubungan dengan Tiongkok. Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi juga menyerukan lebih banyak dialog dan negosiasi hubungan AS-Tiongkok. Para pengamat mengatakan Tiongkok waspada terhadap peningkatan risiko ketegangan antara kedua negara, terutama menjelang pemilihan Pilpres AS 2020.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads