alexametrics

Pengungkap Skandal Parlemen Australia Dirawat, Alami Tekanan Psikis

5 Juni 2021, 16:31:30 WIB

JawaPos.com – Brittany Higgins harus dirawat di rumah sakit. Bukan fisiknya yang bermasalah, melainkan kejiwaannya. Korban pemerkosaan di gedung parlemen Australia itu mengalami tekanan mental. Higgins dilarikan ke rumah sakit pada Kamis malam (3/6).

”Kondisi Higgins membaik dan dia mendapatkan bantuan (medis) yang dibutuhkan setelah berbulan-bulan mengalami tekanan politik berkelanjutan,” ujar kekasihnya, David Sharaz, seperti dikutip The Guardian.

Beberapa bulan terakhir, media tak henti-hentinya memberitakan insiden yang membuatnya trauma tersebut. Penyelidikan pun dilakukan. Baik itu oleh Kepolisian Federal Australia (AFP) maupun internal parlemen. Insiden tersebut memicu aksi kampanye #MeToo di penjuru Australia.

Keberanian Higgins untuk berbicara telah menguak skandal pelecehan di parlemen Australia. Higgins ternyata bukan satu-satunya korban. Hasil pemeriksaan yang dilakukan Departemen Perdana Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Stephanie Foster menunjukkan data yang mengejutkan. Sejak Juli 2017, ada 76 komplain yang diajukan ke Departemen Keuangan. Di Australia, Departemen Keuangan bertanggung jawab untuk mempekerjakan staf di gedung parlemen.

Sebanyak 5 di antara aduan itu adalah pelecehan seksual dan 38 komplain tentang perilaku anggota parlemen. Sebanyak 19 laporan akhirnya direspons tindakan formal, 7 di antaranya dilakukan penyelidikan eksternal. Sisanya tidak diungkap.

Foster membuat beberapa rekomendasi untuk memperbaiki cara penanganan keluhan staf parlemen. Sebab, prosedur pengaduan yang ada saat ini tidak dirancang untuk menanggapi dengan tepat, terutama yang berkaitan dengan kekerasan seksual.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c6/bay)

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads