
Photo
JawaPos.com - Para ahli Singapura sudah mulai khawatir dengan ancaman kenaikan kasus Covid-19 di negara itu. Pasalnya dalam beberapa waktu terakhir, muncul klaster-klaster baru di Singapura karena banyak orang tertular Covid-19. Terbaru adalah klaster rumah sakit dan Bandara Changi.
Klaster Rumah Sakit Tan Tock Seng (TTSH), dengan 27 orang terinfeksi, adalah klaster rumah sakit pertama di negara itu dan terdiri dari staf dan pasien. Seorang pasien, perempuan berusia 88 tahun, telah meninggal dunia.
"Kasus-kasus baru-baru ini menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa bersantai, bahkan untuk sesaat," kata Dekan Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock di Universitas Nasional Singapura Profesor Teo Yik Ying, seperti dilansir dari Straits Times, Senin (3/5).
"Kami telah melihat berkali-kali bagaimana negara-negara harus meningkatkan pembatasan atau bahkan menerapkan kembali penguncian lagi setelah mereka dibuka, dan skenario ini bisa menjadi kenyataan jika kita menjadi berpuas diri," ucap dia memperingatkan.
"Saya tentu berharap ini hanya kesalahan dalam pengelolaan Covid-19 kami, dan itu tidak akan berlanjut ke penyebaran komunitas lebih jauh," katanya.
Terbaru, klaster yang muncul di Terminal 1 Bandara Changi. Dikhawatirkan telah berlanjut ke transmisi sekunder dan mungkin tersier. "Jika pelacakan kontak, pengujian, dan protokol karantina kami seefektif sebelumnya, kami akan melihat gangguan saat ini terkendali dalam beberapa minggu ke depan atau lebih," prediksi Prof Teo.
Singapura telah bergerak untuk menahan penyebaran virus, bertindak cepat untuk memagari kasus, menguji secara agresif dan bahkan memberlakukan penguncian di empat bangsal TTSH. "Yang penting adalah kerja sama dari publik. Jika Anda diminta untuk menjalani tes usap, silakan lakukan. Jika Anda diberi cuti, harap tetap lakukan," kata Prof Teo.
"Dan setiap orang harus melanjutkan dengan langkah-langkah manajemen keamanan pribadi seperti pemakaian masker dan jarak sosial," katanya.
Di sisi lain, sejumlah ahli mulai menyebut Singapura berada di bawah ancaman gelombang baru. Namun, seorang ahli menegaskan hal itu belum terjadi. "Jumlahnya, meskipun mengkhawatirkan, tidak cukup besar untuk disebut sebagai gelombang baru infeksi komunitas," kata Associate Professor Alex Cook, wakil dekan penelitian di Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock.
"Jumlah kasus komunitas sekarang jauh dari puncak pada awal April tahun lalu, di mana lebih dari 40 infeksi menular lokal baru dilaporkan setiap hari," katanya.
Para ahli terus memantau. Tingkat penyebaran akan menjadi lebih jelas hanya dalam beberapa hari ke depan saat kasus terdeteksi.
"Tetapi ada kemungkinan besar bahwa pihak berwenang akan dapat memutus rantai penularan, mengingat kemampuan pelacakan kontak, karantina dan pengujian negara yang kuat, yang telah dibangun selama lebih dari setahun," katanya.
Di TTSH, semua 1.100 pasien rawat inap dan 4.500 staf yang bekerja di bangsal telah diuji sebagai bagian dari latihan skrining massal. Empat bangsal yang terlibat dalam penyebaran dikunci.
Pakar Penyakit Menular Singapura Profesor Dale Fisher mengatakan semua pihah jangan lengah. Dia menyebut ini sebagai ujian. "Lonjakan kasus baru merupakan ujian bagi Singapura. Hal itu untuk mengukur bagaimana Singapura mengelola pandemi," tegasnya.
“Kita perlu berpikir lebih sedikit dalam hal gelombang, tetapi lebih banyak dalam hal klaster, kita harus mengelola klaster ini," kata Prof Fisher. "Ini karena kasus-kasus lokal ini tidak menyebar ke masyarakat, dan pendekatannya adalah mengendalikan penyebaran dari kluster-klaster ini dan memutus rantai penularan," imbuh Prof Fisher.
"Tetapi jika ada terlalu banyak kasus dan penyebaran yang tidak terkendali, saat itulah pembatasan sosial yang secara signifikan lebih ketat harus diberlakukan," tegasnya.
Dengan munculnya banyak mutasi, para ahli khawatir lonjakan terus terjadi. Dan jika tak cepat dikekang, maka bisa akan menular lebih jauh. "Situasi bisa memburuk dengan sangat cepat jika kita lengah. Kita perlu menjaga peraturan ketat yang telah terbukti berhasil, untuk melewati ini," tegas para ahli.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022