Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Januari 2023 | 21.28 WIB

Seperti Australia, Covid-19 Meroket di Tiongkok Usai Lockdown Dicabut

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sejak awal pandemi Covid-19, Australia dan Tiongkok sama-sama menerapkan kebijakan ketat yakni penguncian atau lockdown. Ketika Omicron melanda, kedua negara memberlakukan kebijakan Nol-Covid. Namun, kini justru mereka dihadapkan pada kasus yang meroket.

Salah satu warga Tiongkok, Karen Huang, sudah menduga kondisi tersebut akan terjadi. Ketika ia menonton berita tentang berakhirnya pembatasan Nol-Covid, Huang memperkirakan akan ada wabah dalam beberapa minggu mendatang.

Untuk melindungi dirinya sendiri, dia memutuskan untuk mendapatkan penguat vaksin Covid-19 atau booster pada bulan Oktober. Karena masyarakat setempat telah menghentikan tes massal harian, dia memutuskan untuk menjalani tes PCR sehari sebelum vaksinasi.

Yang mengejutkan, dia dinyatakan positif meski tidak memiliki gejala. Tidak seperti mereka yang dites positif, Huang dapat memilih untuk melakukan karantina di rumah daripada dibawa ke rumah sakit karantina. Tetangganya juga tidak perlu melakukan lockdown karena ada kasus positif di gedung tersebut.

Australia Hadapi Kondisi Serupa saat Omicron

Sama seperti ratusan ribu warga Australia yang mengalami wabah massal Omicron pada Januari 2022, Huang dan teman-temannya juga terjebak dalam transisi Tiongkok dari nol Covid menjadi belajar hidup dengan virus. Namun, kedua negara telah melalui jalur yang berbeda selama masa transisi menuju kehidupan pascapandemi.

Menyusul peralihan tersebut, Australia mencatat puluhan ribu kasus harian Covid-19 selama Desember hingga Januari 2022, dengan populasi lansia yang sangat terpukul oleh varian tersebut. Pada pertengahan Januari, badan puncak perawatan lanjut usia mengatakan lebih dari setengah dari semua fasilitas perawatan lansia di Australia mengalami wabah Covid-19, tetapi hanya sepertiga dari penduduk lanjut usia yang menerima booster sekitar waktu itu.

Video yang beredar di media sosial Tiongkok menunjukkan rumah sakit dipenuhi pasien Covid-19, sementara rumah duka di beberapa kota dilaporkan penuh sejak wabah dimulai pada awal Desember. Apotek lokal dilaporkan kehabisan obat flu, yang memicu beberapa warga Tionghoa di Australia untuk mengirim obat ke keluarga di kampung halaman.

Bagaimana wabah Omicron Tiongkok akan mempengaruhi Australia?

Tiongkok telah mengumumkan akan membuka perbatasan pada 8 Januari 2023, yang memicu meningkatnya minat penelusuran dalam perjalanan internasional ke Tiongkok. Australia telah meminta mulai 5 Januari, semua pelancong dari Tiongkok untuk mengikuti tes Covid pra-keberangkatan.

Amerika Serikat, Kanada, Italia, India, Taiwan dan Prancis juga telah mengumumkan pemeriksaan Covid-19 terhadap turis Tiongkok.

Editor: Edy Pramana
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore