Ketegangan Tiongkok-Jepang membuat banyak wisatawan Tiongkok untuk mengubah rencana perjalanan mereka
JawaPos.com - Meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan Jepang telah mengganggu rencana perjalanan, mendorong wisatawan Tiongkok untuk secara aktif mencari destinasi alternatif untuk liburan musim dingin mereka.
Meskipun Korea Selatan berharap dapat memanfaatkan arus wisatawan yang dialihkan ini, Negeri Ginseng menghadapi persaingan ketat dari destinasi-destinasi populer seperti Thailand, Rusia, dan lainnya.
Perselisihan diplomatik ini dipicu ketika Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyarankan potensi intervensi militer di selat Taiwan, yang kemudian mendorong Beijing mengeluarkan peringatan perjalanan pada tanggal 14 November.
Sebagai dampaknya, maskapai penerbangan Tiongkok diinstruksikan pemerintah untuk menawarkan pengembalian uang pada penerbangan menuju Jepang hingga akhir tahun, sebuah kebijakan yang menyebabkan ratusan ribu pelancong Tiongkok harus menyesuaikan rencana mereka, demikian diberitakan oleh Korea Times.
Waktu pembatalan ini sejalan dengan upaya maskapai di Korea Selatan untuk memperluas rute ke Tiongkok, yang dinilai lebih menguntungkan daripada rute ke Jepang.
Operator pelayaran Tiongkok juga berupaya keras menghindari pelabuhan Jepang, memilih untuk memperpanjang kunjungan mereka di destinasi seperti pulau Jeju.
Data dari platform perjalanan Tiongkok, Qunar, mengungkapkan dampak langsung dari situasi ini. Pada akhir pekan tanggal 15 November, Korea Selatan muncul sebagai destinasi luar negeri terpopuler bagi wisatawan Tiongkok, menyalip Jepang yang sebelumnya menempati posisi teratas.
Korea Selatan juga menempati peringkat pertama dalam hal pembayaran tiket pesawat dan volume pencarian, diikuti oleh Thailand, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Indonesia.
Peningkatan minat ini dikonfirmasi oleh data pemesanan. Menurut Tongcheng Travel, pemesanan hotel oleh wisatawan Tiongkok untuk perjalanan ke Korea Selatan dalam dua minggu terakhir bulan November melonjak lebih dari 240 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain Korea Selatan, destinasi yang menawarkan kebijakan bebas visa semakin dipilih. Menurut Li Xiaoya, agen perjalanan yang berkantor pusat di Beijing, beberapa pelancong Tiongkok kini memilih destinasi bebas visa seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Georgia, dan Mesir.
"Sebagian besar tiket pesawat untuk tur grup ke Jepang telah dibatalkan, dan sekarang kami malah mempromosikan paket untuk negara dan wilayah lain, seperti Thailand, Semporna (di Malaysia), Korea Selatan, dan lainnya," ujarnya.
Destinasi Asia Tenggara lainnya juga mengalami pertumbuhan signifikan. Pemesanan hotel untuk Vietnam dan Indonesia mengalami pertumbuhan tahunan melebihi 100 persen. Bahkan, destinasi Eropa seperti Jerman dan Spanyol menunjukkan peningkatan tahunan yang mengesankan, yaitu lebih dari 300 persen.
Rusia juga difavoritkan oleh wisatawan Tiongkok minggu ini, berkat penerapan kebijakan bebas visa hingga 30 hari mulai bulan Desember. Media Tiongkok melaporkan bahwa pencarian dan pemesanan perjalanan ke Rusia melonjak setelah pengumuman tersebut.
Data Qunar pekan lalu lebih lanjut mengungkapkan bahwa Thailand telah menjadi tujuan utama wisatawan Tiongkok yang bepergian ke luar negeri selama periode liburan musim dingin (15 Januari hingga 10 Februari 2026).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
