Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Mei 2023 | 18.42 WIB

Malaysia Razia Jam Tangan Swatch Pride yang Bertema LGBT

Jam Swatch Pride yang menjadi kontroversi di Malaysia. - Image

Jam Swatch Pride yang menjadi kontroversi di Malaysia.

JawaPos.com – Otoritas Malaysia merazia toko-toko jam. Mereka menyita jam tangan bermerek Swatch dari seri Pride. Sesuai namanya, seri tersebut mengusung tema LGBT dengan warna pelangi.

Perusahaan jam asal Swiss itu melaporkan, ada 164 jam tangan yang disita. Total harganya USD 14 ribu atau setara dengan Rp 208,6 juta.

The Guardian mengungkapkan, razia dilakukan pada 13-14 Mei lalu di sebelas pusat perbelanjaan yang memiliki gerai Swatch. Baik itu di wilayah Kuala Lumpur maupun daerah lain.

Di Malaysia, dengan 60 persen penduduk muslim, hubungan sesama jenis adalah hal yang terlarang. Pelaku sodomi bisa dijatuhi hukuman penjara.

Dalam surat panggilan terhadap salah satu outlet Swatch yang dilihat oleh kantor berita Agence France-Presse, unit penegak hukum Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyatakan, sebanyak 22 jam tangan Swatch dengan elemen LGBT disita dari gerai tersebut. Penyitaan itu didasarkan pada Undang-Undang (UU) Percetakan dan Publikasi Tahun 1984.

Seorang pejabat kementerian yang tidak mau disebutkan namanya membela penyitaan tersebut. Dia mengungkapkan, jam tangan itu bertulisan LGBT dan memiliki enam warna yang merupakan simbol LGBT yang paling terkenal. Sementara pelangi asli memiliki tujuh warna.

CEO Swatch Group Nick Hayek menentang razia tersebut. Menurut dia, jam koleksi mereka itu berwarna pelangi yang sudah ada di langit sejak ribuan tahun lalu. Dia pun mempertanyakan mengapa koleksi yang memiliki pesan perdamaian dan cinta itu disita dan dianggap berbahaya.

Pihak Swatch berencana mengisi kembali stok jam tangan edisi Pride tersebut dan terus menjualnya di negara Asia Tenggara.

Sementara itu, di Amerika Serikat (AS), target menyingkirkan sebagian merchandise bertema LGBT akan dilakukan di hampir 2 ribu gerai yang ada. Penjualan barang-barang dengan simbol pelangi tersebut memicu kontroversi dan amarah dari sebagian pelanggan.

Kondisi itu mengancam keselamatan para pegawai. Sejatinya penjualan barang-barang tersebut untuk menyambut bulan perayaan LGBT pada Juni nanti.

”Menilik situasi yang tidak kondusif ini, kami membuat penyesuaian pada rencana kami. Termasuk di dalamnya menyingkirkan barang-barang yang menjadi pusat konfrontasi paling signifikan,” ujar Juru Bicara Target Kayla Castaneda. Namun, dia tidak menjelaskan pasti barang mana yang akhirnya ditarik ataupun tetap dijual. (sha/c9/hud)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore