![Seorang pria berjalan setelah tersapu banjir yang disebabkan oleh Topan Kalmaegi di Bacayan, Kota Cebu, Filipina, pada 5 November 2025. [Eloisa Lopez/Reuters]. - Image](https://cdn-assets.jawapos.com/images/1/2025/11/06/zYwmmMrD48x1z4IKBz4jnBBT238Zo7y9IRB2fs8X-3397794105.jpg)
Seorang pria berjalan setelah tersapu banjir yang disebabkan oleh Topan Kalmaegi di Bacayan, Kota Cebu, Filipina, pada 5 November 2025. [Eloisa Lopez/Reuters].
JawaPos.com - Filipina berduka setelah Topan Kalmaegi menewaskan sedikitnya 114 orang dan membuat 127 lainnya hilang, menjadikannya bencana paling mematikan di negara itu sepanjang 2025. Pemerintah kini berupaya mempercepat evakuasi dan operasi pencarian di wilayah-wilayah yang luluh lantak diterjang badai.
Badan Penanggulangan Bencana Nasional Filipina (NDRRMC) mengkonfirmasi angka korban tersebut pada Kamis (6/11), dua hari setelah Kalmaegi, dikenal secara lokal sebagai Tino, menghantam delapan wilayah di bagian tengah Filipina.
“Kami masih menemukan jenazah setiap jam. Banyak korban tertimbun reruntuhan rumah mereka sendiri," ujar seorang petugas penyelamat di Provinsi Cebu, wilayah yang mengalami kerusakan terparah.
Gambaran kehancuran muncul di berbagai provinsi yang dilalui badai. Di Cebu, ribuan warga kembali dari tempat pengungsian hanya untuk menemukan rumah mereka hancur, jalan-jalan tertutup puing, dan mobil terbalik akibat angin kencang.
Bagi Maria Liza, warga kota Carcar, badai itu datang terlalu cepat. “Kami hanya punya beberapa menit untuk berlari sebelum atap rumah terbang,” katanya kepada media lokal.
“Ketika kembali, kami tidak menemukan apa-apa. Rumah kami hilang, dan adik saya belum ditemukan," ungkapnya.
Sementara itu, mengutip Al-Jazeera, lebih dari 200.000 orang terpaksa mengungsi sebelum badai datang, namun banyak di antaranya kini tidak memiliki tempat untuk kembali.
Pemerintah lokal telah menyiapkan tempat penampungan darurat, namun kondisi di lapangan masih sulit, minim air bersih, listrik padam, dan akses jalan banyak terputus.
Presiden Ferdinand Marcos Jr menyebut Kalmaegi sebagai “bencana nasional” dan menetapkan status darurat di seluruh negeri.
“Deklarasi ini penting agar kami dapat segera menggunakan dana darurat dan memastikan pasokan makanan tidak dimonopoli atau dijual dengan harga tinggi,” kata Marcos dalam konferensi pers di Manila.
Pejabat pertahanan sipil Raffy Alejandro mengatakan prioritas utama saat ini adalah pembersihan puing dan pencarian korban.
“Ini bukan hanya soal logistik bantuan,” ujarnya di radio DZBB, “tapi juga tentang menemukan mereka yang masih hilang — bisa jadi di bawah reruntuhan, atau berhasil selamat tapi terisolasi.”
Di tengah proses pemulihan, Filipina kini dihadapkan pada ancaman baru. Badan meteorologi PAGASA memperingatkan datangnya Topan Fung-wong (Uwan), yang berpotensi menjadi super topan dalam beberapa hari ke depan dan mungkin melanda Luzon, wilayah tempat ibu kota Manila berada.
“Situasi ini sangat mengkhawatirkan. Warga di wilayah utara harus bersiap menghadapi badai yang mungkin lebih kuat dari Kalmaegi," kata seorang analis cuaca PAGASA
Bagi banyak warga Filipina, tragedi Kalmaegi mengingatkan pada Topan Haiyan tahun 2013, yang menewaskan lebih dari 6.000 orang. Negara kepulauan di Pasifik ini berada di jalur lebih dari 20 badai tropis setiap tahun, menjadikannya salah satu kawasan paling rentan terhadap bencana alam di dunia.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
