Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 November 2025 | 23.48 WIB

OpenAI Gandeng Amazon dalam Kesepakatan USD 38 Miliar untuk Membangun Ekosistem AI Masa Depan

OpenAI akan menggunakan ratusan ribu chip Nvidia dari AWS untuk melatih dan menjalankan model AI-nya. (The Guardian) - Image

OpenAI akan menggunakan ratusan ribu chip Nvidia dari AWS untuk melatih dan menjalankan model AI-nya. (The Guardian)

JawaPos.com — OpenAI menandatangani kesepakatan senilai USD 38 miliar atau sekitar Rp634 triliun (dengan kurs Rp16.680 per dolar AS) dengan Amazon Web Services (AWS) untuk memperluas kapasitas komputasi dan mempercepat pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Perjanjian strategis ini menjadi tonggak penting dalam membentuk fondasi teknologi yang akan menopang transformasi industri AI generatif di masa mendatang.

Kesepakatan tersebut mencakup penggunaan pusat data milik Amazon dan pemanfaatan prosesor grafis (GPU) buatan Nvidia untuk melatih serta mengoperasikan model-model AI OpenAI, termasuk ChatGPT.

Dilansir dari The Guardian, Selasa (4/11/2025), perjanjian ini merupakan bagian dari rencana investasi jangka panjang OpenAI senilai USD 1,4 triliun guna memperluas infrastruktur komputasi di seluruh dunia.

Chief Executive Officer OpenAI, Sam Altman, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ekosistem AI yang andal.

“Mengembangkan AI pada tingkat terdepan membutuhkan daya komputasi yang sangat besar dan stabil. Kemitraan kami dengan AWS akan memperkuat ekosistem komputasi yang menjadi penggerak utama era baru ini serta memungkinkan penerapan teknologi AI yang lebih maju dan dapat diakses oleh semua orang,” ujar Altman dalam pernyataannya.

Pihak Amazon menyambut kerja sama ini sebagai langkah yang akan memperkuat posisi mereka dalam infrastruktur komputasi global. Matt Garman, CEO AWS, menyebut bahwa OpenAI “terus mendorong batas kemampuan teknologi, dan infrastruktur Amazon akan menjadi tulang punggung bagi ambisi besar mereka di bidang AI.” Kesepakatan ini memberi akses bagi OpenAI terhadap ratusan ribu unit chip Nvidia yang akan digunakan untuk melatih model AI generasi berikutnya.

Selain itu, kolaborasi ini muncul tak lama setelah restrukturisasi besar di tubuh OpenAI, yang mengubah entitas utamanya menjadi perusahaan berbasis profit dengan valuasi mencapai USD 500 miliar. Langkah itu juga memperkuat posisi Microsoft, yang kini memiliki sekitar 27 persen kepemilikan saham. Struktur baru ini membuka ruang bagi OpenAI untuk menjalin kemitraan lintas penyedia layanan komputasi, termasuk Amazon dan Oracle.

Meski demikian, komitmen investasi yang begitu besar menimbulkan tanda tanya di kalangan analis. Dengan pendapatan tahunan yang diperkirakan sekitar USD 13 miliar, sejumlah pengamat mempertanyakan bagaimana OpenAI akan membiayai komitmen infrastruktur senilai triliunan dolar tersebut.

Altman menepis kekhawatiran itu. Dalam wawancaranya dengan investor Brad Gerstner, dia menegaskan, “Kami menghasilkan jauh lebih besar dari angka itu. Banyak pihak ingin membeli saham OpenAI, jadi kami memiliki ruang yang cukup untuk terus tumbuh.”

Menurut perkiraan Morgan Stanley, total belanja untuk pembangunan pusat data di seluruh dunia akan mencapai hampir USD 3 triliun hingga 2028. Sekitar separuhnya diperkirakan berasal dari perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Microsoft, dan Google, sementara sisanya akan didukung oleh pasar pembiayaan swasta yang kini kian ekspansif.

Kesepakatan antara OpenAI dan Amazon ini tidak hanya mencerminkan ambisi dua raksasa teknologi dalam memperkuat dominasi di sektor AI, tetapi juga menunjukkan pergeseran paradigma ekonomi digital. Infrastruktur komputasi kini menjadi aset strategis yang menentukan kecepatan inovasi, distribusi kekuasaan teknologi, serta arah masa depan ekonomi berbasis kecerdasan buatan. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore