
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pada hari Selasa bahwa dia menominasikan Presiden Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian. (AP).
JawaPos.com - Langkah mengejutkan datang dari Tokyo. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi secara resmi memberi tahu Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa ia telah menominasikannya untuk Nobel Perdamaian 2026.
Pengumuman itu disampaikan langsung saat pertemuan bilateral di Gedung Putih pada Selasa (28/10).
Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kepada The Post bahwa Takaichi “secara pribadi menyerahkan dokumen nominasi dan memberi tahu Presiden bahwa ia telah mengajukannya,” sebuah langkah yang dinilai sebagai bentuk penghormatan politik sekaligus sinyal dukungan strategis terhadap kepemimpinan Trump.
Langkah Takaichi diumumkan bersamaan dengan penandatanganan deklarasi yang mereka sebut sebagai 'Golden Age' hubungan AS–Jepang.
Kesepakatan tersebut mencakup penurunan tarif impor barang Jepang menjadi 15 persen serta kerja sama strategis di sektor mineral langka, yang kian penting di tengah pembatasan ekspor dari Tiongkok.
“Dalam waktu yang sangat singkat, dunia mulai menikmati lebih banyak kedamaian. Saya sangat menghargai komitmen Anda terhadap perdamaian dan stabilitas global,” ujar Takaichi kepada Trump dalam pertemuan tersebut.
Takaichi, politisi konservatif sekaligus murid ideologis mendiang Shinzo Abe, juga menjanjikan donasi 250 pohon sakura dan pesta kembang api untuk memperingati 250 tahun berdirinya Amerika Serikat pada 2026.
Trump sendiri memuji Takaichi sebagai 'pemimpin kuat yang meneruskan semangat Abe' dan menyebut hubungan pribadi mereka sebagai simbol dari era baru diplomasi di Indo-Pasifik.
Namun, nominasi dari Jepang bukanlah yang pertama. Sejumlah pemimpin dunia telah mengajukan nama Trump ke Komite Nobel Norwegia atas perannya dalam sejumlah kesepakatan damai tahun ini:
Hun Manet, Perdana Menteri Kamboja, mengklaim Trump membantu mengakhiri konflik perbatasan dengan Thailand.
Shehbaz Sharif, PM Pakistan, menilai Trump berperan penting dalam menghentikan pertempuran dua tahun di Gaza dan ketegangan dengan India.
Nikol Pashinyan (Armenia) dan Ilham Aliyev (Azerbaijan) bahkan mengirim surat bersama berterima kasih atas mediasi Trump dalam perdamaian Kaukasus.
Benjamin Netanyahu, PM Israel, menominasikan Trump atas perannya menghentikan perang melawan Iran.
Dukungan juga datang dari Afrika, termasuk Menteri Luar Negeri Rwanda Olivier Nduhungirehe serta beberapa pemimpin regional yang menyebut Trump “membawa stabilitas di kawasan yang terlupakan dunia.”
Trump menanggapi semua pujian itu dengan nada percaya diri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
