Instalasi warna-warni di area masuk House of African Worlds (ManSA) di Paris
JawaPos.com - Paris kini memiliki ruang budaya baru yang menjadi sorotan dunia, yaitu House of African Worlds (ManSA). Tempat ini diharapkan menjadi simbol pertemuan lintas budaya dan wadah bagi ekspresi seni serta sejarah Afrika di jantung Eropa. Sebagaimana dilaporkan oleh Le Monde, proyek ini telah lama direncanakan dan akhirnya berhasil membuka pintunya bagi publik setelah melewati berbagai tantangan administratif dan konseptual.
Tujuan utama pendirian ManSA adalah memperkenalkan berbagai warisan dan kontribusi budaya Afrika kepada masyarakat global melalui pameran, diskusi, dan pertunjukan artistik. Selain itu, rumah budaya ini berupaya memperkuat hubungan antara benua Afrika dengan diaspora di Eropa.
Sementara itu, situs Sortir à Paris melaporkan bahwa ManSA terletak di arondisemen ke-10 Paris dan dapat dikunjungi secara gratis oleh masyarakat. Gedung ini dirancang sebagai tempat inklusif yang menghubungkan seni, sejarah, dan kehidupan kontemporer Afrika. Interiornya menampilkan perpaduan arsitektur modern dengan elemen khas Afrika yang mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman.
Pembukaan ManSA menjadi langkah penting dalam memperluas cakrawala budaya Prancis yang selama ini didominasi narasi Barat. Keberadaan ruang ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi besar masyarakat Afrika dalam membentuk sejarah dan kebudayaan dunia.
Lebih dari sekadar tempat pameran, ManSA juga menjadi laboratorium ide dan kolaborasi. Para seniman muda, peneliti, dan aktivis sosial dari berbagai negara Afrika berkesempatan untuk menampilkan karya mereka di sini, menciptakan ruang dialog yang hidup dan dinamis antara budaya Afrika dan Eropa.
Perjalanan ManSA menuju pembukaan tidaklah mudah. Tantangan terbesar datang dari kebutuhan pembiayaan, perizinan, dan perdebatan mengenai bagaimana budaya Afrika sebaiknya diwakilkan di ruang publik Prancis. Namun, berkat dukungan komunitas dan pemerintah setempat, proyek ini akhirnya terealisasi.
Pameran perdana ManSA menampilkan tema tentang migrasi, identitas, dan ketahanan masyarakat Afrika di tengah perubahan global. Pameran ini menghadirkan karya-karya dari seniman seperti Barthélémy Toguo dan Zanele Muholi yang menyoroti realitas sosial dan perjuangan masyarakat Afrika.
Keberadaan ManSA juga diharapkan menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di dunia untuk mengapresiasi kekayaan budaya Afrika. Dengan program yang terbuka bagi semua kalangan, rumah budaya ini berupaya menumbuhkan pemahaman lintas budaya dan menghapus stereotip yang masih melekat terhadap Afrika.
Pengunjung yang datang menggambarkan suasana ManSA sebagai tempat yang penuh energi dan harapan. Banyak di antara mereka merasa bahwa Paris akhirnya memiliki ruang yang secara tulus merayakan Afrika tanpa eksotisasi atau pelabelan negatif.
Melalui House of African Worlds, Paris kini bukan hanya menjadi pusat seni Eropa, tetapi juga menjadi panggung penting bagi narasi Afrika modern yang penuh vitalitas. Ruang ini menjadi simbol pengakuan, kebanggaan, dan solidaritas lintas benua, sebuah langkah maju menuju masa depan budaya yang lebih setara dan inklusif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022