Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 September 2025 | 19.42 WIB

Muncul Gerakan 'No Music for Genocide', Lebih dari 400 Musisi Tarik Lagu dari Layanan Streaming di Israel

Halaman depan situs No Music for Genocide. (nomusicforgenocide.org) - Image

Halaman depan situs No Music for Genocide. (nomusicforgenocide.org)

JawaPos.com - Lebih dari 400 musisi dan label rekaman, termasuk nama-nama besar seperti Aminé, Massive Attack, Rina Sawayama, Primal Scream, dan Fontaines D.C., telah menarik lagu mereka dari layanan streaming di Israel. Langkah ini sebagai bentuk protes atas kekerasan militer Israel terhadap rakyat Palestina yang hingga kini masih terus berlangsung.

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan bertajuk No Music for Genocide, sebuah kampanye boikot kebudayaan terhadap Israel. Melalui situs resminya, gerakan ini menyatakan bahwa para musisi dan label telah memblokir akses ke katalog musik mereka di wilayah Israel, termasuk di platform seperti Spotify dan Apple Music.

No Music for Genocide adalah boikot kebudayaan terhadap Israel,” tulis pernyataan resmi di situs nomusicforgenocide.org (22/9).

“Lebih dari 400 artis dan label telah menghapus musik mereka dari wilayah tersebut sebagai respons terhadap genosida di Gaza, pembersihan etnis di Tepi Barat, apartheid Israel/'48, serta tekanan politik terhadap gerakan pro-Palestina secara global.”

Lebih lanjut, menurut pernyataan di situsnya, boikot ini dimaksudkan untuk menambah tekanan internasional terhadap Israel. Gerakan ini terinspirasi dari boikot kebudayaan di Afrika Selatan yang dianggap berhasil melawan politik apartheid di era 1980-an.

Meski telah diikuti ratusan musisi, gerakan ini masih membuka pintu bagi artis-artis lain yang ingin bergabung dan menunjukkan solidaritas terhadap Palestina. Informasi lebih lanjut mengenai cara bergabung dalam boikot ini tersedia di situs resmi No Music for Genocide.

Gerakan No Music for Genocide menjadi simbol perlawanan kolektif dari dunia musik terhadap kekerasan militer Israel di Palestina. Dengan lebih dari 400 musisi menyuarakan sikapnya, gerakan ini membuktikan bahwa musik bukan sekadar hiburan, tapi juga alat untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore