Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 00.28 WIB

Kapal Bantuan Kemanusiaan GSF Diserang Drone di Laut Tunisia, Wanda Hamidah Pastikan Tak Ada TIM WNI yang Jadi Korban

Sebuah kapal armada Sumud Global mengapung di perairan saat kapal Garda Nasional Maritim Tunisia melakukan inspeksi di Sidi Bou Said, Tunisia, 9 September 2025. (REUTERS/Jihed Abidellaoui). - Image

Sebuah kapal armada Sumud Global mengapung di perairan saat kapal Garda Nasional Maritim Tunisia melakukan inspeksi di Sidi Bou Said, Tunisia, 9 September 2025. (REUTERS/Jihed Abidellaoui).

JawaPos.com - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Tunisia ketika salah satu kapal utama Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan mengalami serangan pada Senin (8/9) malam. 

Kapal berbendera Portugis bernama Perahu Keluarga itu terbakar setelah diduga dihantam sebuah drone, hanya beberapa jam sebelum berlayar menuju Gaza.

Namun, pihak berwenang Tunisia membantah klaim adanya serangan drone. Mereka menegaskan bahwa api muncul dari dalam kapal, bukan akibat serangan udara. 

Meski begitu, rekaman yang diunggah akun resmi GSF memperlihatkan adanya objek bercahaya jatuh dari langit dan mengenai kapal, tepat saat salah satu kru tengah melakukan siaran langsung.

Dalam video tersebut terdengar kepanikan para kru ketika asap mengepul dari dek utama. Menurut penyelenggara, api merusak bagian dek serta ruang penyimpanan, tetapi seluruh penumpang dan awak berhasil menyelamatkan diri tanpa korban jiwa.

GSF menyebut kejadian itu sebagai upaya intimidasi untuk menggagalkan misi kemanusiaan mereka ke Gaza. “Kami tetap melanjutkan misi damai untuk menembus blokade dan berdiri bersama rakyat Gaza,” demikian pernyataan resmi flotilla.

Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, yang berada di lokasi, menilai jika benar terbukti serangan itu dilakukan oleh drone, maka insiden tersebut juga merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Tunisia.

Di tengah kekhawatiran atas insiden tersebut, kabar baik datang dari delegasi Indonesia. Tercatat ada 33 relawan yang tergabung dalam Indonesia Global Peace Convoy (IGPC), termasuk politisi sekaligus aktivis kemanusiaan Wanda Hamidah.

IGPC merupakan inisiatif kolektif dari 23 organisasi masyarakat sipil Indonesia, di antaranya Dompet Dhuafa, yang mengirim lima kapal berisi bantuan kemanusiaan. 

Para relawan telah berada di Tunisia selama beberapa hari terakhir untuk menjalani pelatihan teknis, mitigasi risiko di laut, serta koordinasi bersama ratusan aktivis internasional.

Wanda Hamidah memastikan tidak ada relawan Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. “Alhamdulillah, tidak ada korban. Total 33 tim dari Indonesia. Insya Allah, besok berangkat,” ujarnya kepada JawaPos.com.

Misi Global Sumud Flotilla 2025 sendiri bertujuan membawa bantuan pangan dan medis ke Gaza, yang kini menghadapi krisis kemanusiaan akibat blokade berkepanjangan Israel.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore