Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 20.18 WIB

Otoritas Tunisia Bantah Ledakan Kapal Global Flotilla Sumud yang Kirim Bantuan ke Gaza Karena Drone

Sebuah kapal armada Sumud Global mengapung di perairan saat kapal Garda Nasional Maritim Tunisia melakukan inspeksi di Sidi Bou Said, Tunisia, 9 September 2025. (REUTERS/Jihed Abidellaoui). - Image

Sebuah kapal armada Sumud Global mengapung di perairan saat kapal Garda Nasional Maritim Tunisia melakukan inspeksi di Sidi Bou Said, Tunisia, 9 September 2025. (REUTERS/Jihed Abidellaoui).

JawaPos.com - Sebuah kapal utama milik Global Sumud Flotilla (GSF) yang sedang berlayar menuju Gaza dilaporkan mengalami ledakan di perairan Tunisia pada Selasa (9/9). Insiden itu menimbulkan perbedaan klaim antara pihak flotilla dan otoritas Tunisia.

Menurut pernyataan resmi GSF, kapal berbendera Portugal yang mengangkut komite pengarah mereka terkena serangan drone hingga memicu kebakaran di dek utama dan ruang penyimpanan bawah kapal. Meski demikian, seluruh enam penumpang dan awak dilaporkan selamat.

Namun, versi berbeda datang dari otoritas Tunisia. Juru bicara Garda Nasional Tunisia menyebut bahwa tidak ada bukti adanya serangan udara. Ia menegaskan ledakan berasal dari dalam kapal itu sendiri, dan menyatakan laporan mengenai serangan drone 'tidak berdasar'.

Flotilla internasional tersebut membawa misi kemanusiaan untuk menembus blokade Israel atas Jalur Gaza. Delegasi dari 44 negara turut serta, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg dan politisi kiri Portugal Mariana Mortágua.

Dilansir via Reuters, pasca-insiden, puluhan orang berkumpul di Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, tempat flotilla berlabuh. Mereka mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan seruan “Free Palestine” sebagai bentuk dukungan atas misi kemanusiaan tersebut.

Diketahui, blokade laut Israel terhadap Gaza sudah berlangsung sejak 2007, ketika Hamas mengambil alih wilayah itu. Pemerintah Israel beralasan langkah tersebut untuk mencegah masuknya senjata, namun dampaknya memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza.

Sejak perang terbaru pecah pada Oktober 2023, korban jiwa meningkat drastis. Data Kementerian Kesehatan Gaza menyebut lebih dari 64.000 warga Palestina tewas akibat serangan militer Israel, sementara lembaga pemantau pangan dunia melaporkan sebagian wilayah Gaza kini mengalami kelaparan.

Insiden di perairan Tunisia ini menambah catatan ketegangan sebelumnya. Pada Juni 2025, Angkatan Laut Israel sempat menyita sebuah kapal berbendera Inggris yang juga membawa Greta Thunberg dan rombongan aktivis lain, dengan alasan misi mereka hanyalah propaganda untuk mendukung Hamas.

GSF menegaskan, meski menghadapi ancaman dan intimidasi, misi mereka tidak akan berhenti. “Tindakan agresi tidak akan menghentikan kami. Kami tetap bertekad untuk memecah pengepungan Gaza dan menunjukkan solidaritas kepada rakyatnya,” tulis pernyataan GSF.

Pihak flotilla menyebut penyelidikan atas dugaan serangan drone masih berlangsung dan hasilnya akan diumumkan setelah selesai.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore