
Suasana ruang kuliah di Universitas Oxford pada pertengahan abad ke-20, menggambarkan tradisi akademik yang kuat dan peran penting universitas ini dalam sejarah pendidikan dunia (University of Oxford)
JawaPos.com - Universitas Oxford dikenal luas sebagai universitas tertua di dunia berbahasa Inggris. Menurut catatan resmi University of Oxford, kegiatan pembelajaran sudah berlangsung sejak tahun 1096, menjadikannya institusi yang lebih tua dibanding sebagian besar universitas modern. Sejak awal berdirinya, Oxford bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga lambang perkembangan intelektual yang terus hidup hingga kini.
Perjalanan Oxford semakin mendapatkan bentuk jelas pada tahun 1167, ketika Raja Henry II melarang mahasiswa Inggris untuk menuntut ilmu di Universitas Paris. Disebutkan bahwa keputusan politik ini membuat banyak pelajar berbondong-bondong memilih Oxford sebagai tujuan utama, sehingga melahirkan komunitas akademik yang terus berkembang.
Bentuk pendidikan di Oxford kemudian dikonsolidasikan melalui pendirian berbagai kolese. Seperti dicatat oleh Encyclopaedia Britannica, University College berdiri pada 1249, disusul Balliol sekitar 1263, dan Merton pada 1264. Kolegia inilah yang membentuk ciri khas Oxford hingga sekarang, yaitu sistem pembelajaran berbasis komunitas akademik kecil di bawah naungan universitas besar.
Seiring berjalannya waktu, bidang studi di Oxford juga mengalami ekspansi besar. Dijelaskan bahwa pada awalnya Oxford berfokus pada teologi, hukum, dan filsafat, namun abad ke-19 hingga ke-20 memperlihatkan keterbukaan universitas ini pada sains, ekonomi, hingga bahasa modern. Sejarah juga mencatat bahwa sejak tahun 1920, Oxford mulai menerima mahasiswa perempuan, yang menandai perubahan besar dalam dunia akademik Inggris.
Warisan Oxford tidak hanya terletak pada bidang studi, tetapi juga pada kekayaan budayanya. Universitas ini memiliki Perpustakaan Bodleian yang termasuk salah satu perpustakaan riset terbesar di dunia. Selain itu, ada pula Museum Ashmolean sebagai museum universitas tertua, dan Oxford University Press yang telah menerbitkan karya ilmiah sejak 1478. Semua ini memperkuat posisi Oxford sebagai pusat pengetahuan global.
Kontribusi Oxford juga terlihat jelas di era modern. Encyclopaedia Britannica menyoroti peran universitas ini dalam pengembangan vaksin COVID-19 bersama AstraZeneca, yang kemudian didistribusikan ke lebih dari 180 negara. Hal ini menunjukkan bahwa Oxford tidak hanya menjaga warisan intelektual, tetapi juga berperan aktif menjawab tantangan global masa kini.
Selain capaian akademik, kepemimpinan Oxford juga menarik perhatian dunia. Reuters melaporkan bahwa pada November 2024, William Hague, mantan pemimpin Partai Konservatif Inggris sekaligus alumnus Oxford, terpilih sebagai Chancellor ke-160. Jabatan seremonial ini memiliki arti penting dalam menjaga hubungan antara universitas dengan publik dan komunitas internasional.
Menurut penjelasan Reuters, Hague terpilih melalui pemungutan suara daring yang diikuti lebih dari 24.000 alumni dan anggota universitas. Mekanisme ini menunjukkan bagaimana tradisi demokratis Oxford mampu beradaptasi dengan teknologi modern tanpa kehilangan nilai sejarahnya yang telah berjalan lebih dari delapan abad.
Masih dari laporan Reuters, Hague menegaskan komitmennya untuk menjaga standar akademik Oxford. Ia menyebut bahwa hatinya “terpaut pada Oxford” dan menilai bahwa peran universitas ini dalam dekade mendatang akan sangat menentukan arah kesejahteraan Inggris. Pandangan tersebut semakin menegaskan betapa Oxford bukan hanya berpengaruh di ranah akademik, tetapi juga dalam konteks sosial dan politik nasional.
Melihat perjalanan panjang sejak abad ke-11 hingga inovasi abad ke-21, Universitas Oxford tetap kokoh sebagai pusat pendidikan dunia. Catatan University of Oxford, ulasan Encyclopaedia Britannica, dan laporan Reuters menggambarkan bahwa universitas ini bukan hanya monumen sejarah, tetapi juga motor penggerak ilmu pengetahuan yang terus relevan. Dari tradisi kolese kuno hingga vaksin modern, Oxford berdiri sebagai simbol perpaduan antara warisan dan pembaruan yang tak tergoyahkan. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
