
Ilustrasi pegawai negeri sipil yang perlu lebih banyak inovasi dan kreasi. (dok. civilserviceworld)
JawaPos.com - Akhir-akhir ini muncul pertanyaan menggelitik, perlukah Pegawai Negeri Sipil (PNS) takut dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI)?
Mengingat saat ini, PNS sangat terpapar AI. Apakah sudah waktunya untuk panik atau merenungkan perubahan di tubuh pegawai pemerintahan? Apakah robot AI akan menggantikan pekerjaan di sektor publik?
Dilansir dari Ottawa Citizen, pertanyaan-pertanyaan di atas mungkin semakin sering ditanyakan oleh PNS seiring Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengisyaratkan keinginannya meningkatkan penggunaan AI di seluruh pemerintahan federal.
Carney telah memasukkan seorang menteri bidang AI ke dalam kabinetnya, yakni menunjuk mantan penyiar Evan Solomon untuk peran tersebut.
Pemerintah Federal Kanada juga baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan AI Kanada, Cohere, untuk menjajaki penerapan atau implementasi teknologi AI ini lebih lanjut di pemerintahan.
Pengumuman tersebut berdasar rilis berita dari situs resmi Pemerintah Kanana (Canada.ca) pada 19 Agustus 2025.
Jadi, seberapa takutkah seharusnya PNS jika AI mengambil alih pekerjaan mereka?
Sebuah laporan baru dari Dais, sebuah lembaga think-tank kebijakan publik yang berbasis di Toronto Metropolitan University, Kanada, menemukan, bahwa pekerja sektor publik memiliki paparan AI yang lebih tinggi daripada pekerja sektor swasta.
Laporan tersebut mendefinisikan paparan sebagai probabilitas pekerjaan tersebut berinteraksi dengan sistem AI.
Laporan tersebut menemukan, bahwa 74 persen pekerjaan pegawai sektor publik, termasuk di tingkat pemerintahan lainnya, terpapar AI, dibandingkan dengan 56 persen dari keseluruhan angkatan kerja, sebagian besar disebabkan oleh sifat kerah putih pekerjaan sektor publik.
Selain mengukur paparan pekerjaan tertentu terhadap AI, Dais mengukur apakah pekerjaan tersebut akan memiliki komplementaritas dengan teknologi?
Atau apakah penggunaan AI lebih mungkin membantu pekerja dengan tugas-tugas pekerjaan umum, alih-alih menggantikan pekerja dan tugas-tugas tersebut?
Pekerjaan dengan tingkat komplementaritas tinggi berarti AI akan membantu pekerja dalam pekerjaan tersebut.
Sementara, pekerjaan dengan tingkat komplementaritas rendah berarti AI lebih mungkin menggantikan mereka.
Khususnya, PNS Pemerintah Federal Kanada memiliki paparan tertinggi terhadap disrupsi pekerjaan oleh AI.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
