Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 16.38 WIB

Implementasi AI di Sektor Pemerintahan Makin Gencar, Apakah PNS Bakal Digantikan AI dalam Waktu Dekat?

Ilustrasi pegawai negeri sipil yang perlu lebih banyak inovasi dan kreasi. (dok. civilserviceworld) - Image

Ilustrasi pegawai negeri sipil yang perlu lebih banyak inovasi dan kreasi. (dok. civilserviceworld)

JawaPos.com - Akhir-akhir ini muncul pertanyaan menggelitik, perlukah Pegawai Negeri Sipil (PNS) takut dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI)?

Mengingat saat ini, PNS sangat terpapar AI. Apakah sudah waktunya untuk panik atau merenungkan perubahan di tubuh pegawai pemerintahan? Apakah robot AI akan menggantikan pekerjaan di sektor publik?

Dilansir dari Ottawa Citizen, pertanyaan-pertanyaan di atas mungkin semakin sering ditanyakan oleh PNS seiring Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengisyaratkan keinginannya meningkatkan penggunaan AI di seluruh pemerintahan federal.

Carney telah memasukkan seorang menteri bidang AI ke dalam kabinetnya, yakni menunjuk mantan penyiar Evan Solomon untuk peran tersebut.

Pemerintah Federal Kanada juga baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan AI Kanada, Cohere, untuk menjajaki penerapan atau implementasi teknologi AI ini lebih lanjut di pemerintahan.

Pengumuman tersebut berdasar rilis berita dari situs resmi Pemerintah Kanana (Canada.ca) pada 19 Agustus 2025.

Jadi, seberapa takutkah seharusnya PNS jika AI mengambil alih pekerjaan mereka?

Sebuah laporan baru dari Dais, sebuah lembaga think-tank kebijakan publik yang berbasis di Toronto Metropolitan University, Kanada, menemukan, bahwa pekerja sektor publik memiliki paparan AI yang lebih tinggi daripada pekerja sektor swasta.

Laporan tersebut mendefinisikan paparan sebagai probabilitas pekerjaan tersebut berinteraksi dengan sistem AI.

Laporan tersebut menemukan, bahwa 74 persen pekerjaan pegawai sektor publik, termasuk di tingkat pemerintahan lainnya, terpapar AI, dibandingkan dengan 56 persen dari keseluruhan angkatan kerja, sebagian besar disebabkan oleh sifat kerah putih pekerjaan sektor publik.

Selain mengukur paparan pekerjaan tertentu terhadap AI, Dais mengukur apakah pekerjaan tersebut akan memiliki komplementaritas dengan teknologi?

Atau apakah penggunaan AI lebih mungkin membantu pekerja dengan tugas-tugas pekerjaan umum, alih-alih menggantikan pekerja dan tugas-tugas tersebut?

Pekerjaan dengan tingkat komplementaritas tinggi berarti AI akan membantu pekerja dalam pekerjaan tersebut.

Sementara, pekerjaan dengan tingkat komplementaritas rendah berarti AI lebih mungkin menggantikan mereka.

Khususnya, PNS Pemerintah Federal Kanada memiliki paparan tertinggi terhadap disrupsi pekerjaan oleh AI.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore