Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 16.20 WIB

Kota-Kota di Tiongkok Bersaing Ambisius untuk Jadi Peminpin Teknologi AI

Ilustrasi teknologi AI berkembang sangat pesat di Tiongkok. (digitalcrew.com.au) - Image

Ilustrasi teknologi AI berkembang sangat pesat di Tiongkok. (digitalcrew.com.au)

JawaPos.com - Kota-kota di seluruh negara Tiongkok sedang mengintensifkan upaya untuk memposisikan diri sebagai pemimpin dalam teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dilansir dari media SME, terlihat dari setiap pemerintah daerah di Tiongkok memperkenalkan strategi pengembangan yang agresif dan inisiatif pendanaan untuk meningkatkan ekosistem AI mereka.

Namun, para analis telah memperingatkan, bahwa kesuksesan bergantung pada pemanfaatan kekuatan lokal dan juga memperingatkan agar tidak melakukan investasi berlebihan tanpa perencanaan jangka panjang.

“Setiap kota ingin menjadi yang terdepan dalam AI, tetapi meniru kota lain tanpa strategi yang jelas dapat menjadi kontraproduktif. Memahami kekuatan lokal sangatlah penting,” kata Benjamin Cheong, Wakil Kepala Praktik Teknologi, Media, dan Telekomunikasi Rajah & Tann.

Beijing tetap menjadi pemain dominan, didukung oleh dukungan pemerintah yang luas dan konsentrasi universitas serta lembaga penelitian terkemuka. Industri inti AI-nya mendekati CNY350 miliar (USD48,6 miliar), yang hampir setengah dari pasar AI nasional Tiongkok.

Ibu kota Tiongkok ini juga menampung lebih dari 2.400 perusahaan AI terdaftar dan lembaga-lembaga besar seperti Akademi Kecerdasan Buatan Beijing (Academy of Artificial Intelligence Beijing) dan Taman Sains Zhongguancun (Zhongguancun Science Park).

“Beijing memiliki ekosistem riset yang kuat dan bakat algoritma yang tak tertandingi,” ujar Li Haizhou, Dekan Fakultas AI di Shenzhen’s Chinese University of Hong Kong.

Sementara itu, Shanghai telah mengadopsi model yang berbeda, memanfaatkan perannya sebagai pusat keuangan global.

Kota ini menjadi tuan rumah Konferensi AI Dunia pada bulan Juli 2025 dan telah mengumumkan subsidi sebesar CNY1 miliar untuk membantu perusahaan lokal mengadopsi teknologi AI.

Kemudian mengembangkan ekosistem industri yang menyeluruh dan menjadi kota pertama di dunia yang menerapkan jaringan optik di seluruh kota.

“Shanghai mengintegrasikan kapabilitas bisnis global dengan skenario aplikasi lokal, menjadikannya tempat uji coba AI yang kuat,” kata Lu Yingxiang, CEO perusahaan robotika Infermove.

Sementara, Kota Shenzhen yang sering disebut sebagai Silicon Valley Tiongkok telah berfokus pada robotika.

Pada bulan Februari, kota ini memberikan hibah khusus senilai hingga CNY4,5 miliar dan meluncurkan badan pemerintah khusus robotika pertama di Tiongkok.

Saat ini, kota ini sedang mengembangkan robot humanoid dan armada robotaxi, dengan perusahaan seperti Pony.ai berencana untuk memperluasnya hingga 1.000 kendaraan.

"Ini adalah tempat di mana kita dapat membangun robot dengan komponen yang dapat diperoleh dalam waktu satu jam," kata Direktur Administrasi Shenzhen Longgang District Artificial Intelligence (Robotics), Zhao Bingbing.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore