
Bill Gates. (Reuters)
JawaPos.com – Pendiri Microsoft, Bill Gates, menyerukan pentingnya menguasai teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai langkah adaptif di tengah perubahan besar dalam dunia kerja. Dalam wawancara dengan Fareed Zakaria dari CNN, Gates menyampaikan nasihat karier yang relevan bagi generasi muda, di tengah meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja akibat otomatisasi AI.
Gates menilai AI telah berkembang jauh lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak. “Ketika produktivitas meningkat, itu seharusnya tidak berarti bahwa menjadi kurang produktif itu buruk dan menjadi lebih produktif itu selalu baik. Peningkatan produktivitas seharusnya membuka peluang—misalnya untuk mengurangi ukuran kelas, memperpanjang waktu libur, atau melakukan lebih banyak hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Dilansir dari Financial Express, Kamis (31/7/2025), Gates menyebut bahwa revolusi AI akan membawa hasil positif dalam jangka panjang. Namun, dia mengingatkan bahwa kecepatan perubahan bisa menyulitkan masyarakat untuk menyesuaikan diri. “Pertanyaannya adalah, jika perubahan ini datang begitu cepat, apakah kita punya waktu untuk beradaptasi?” katanya.
Gates juga merespons kekhawatiran yang diungkapkan CEO Anthropic, Dario Amodei, yang memperkirakan sekitar 50 persen pekerjaan tingkat pemula di sektor kantoran dapat hilang pada 2030 karena otomatisasi AI. Gates bahkan memperkirakan pekerjaan sektor informal dan manual juga berpotensi terdampak seiring kemajuan robotik.
Menanggapi kemajuan teknologi seperti fitur Deep Research, Gates mengaku terkesan. “Saya biasa menghubungi teman-teman saya yang paling cerdas saat bingung soal fisika. Tapi sekarang saya menggunakan Deep Research, lalu mengirim hasilnya ke mereka sambil bertanya, ‘Apakah ini benar?’ Sebagian besar menjawab, ‘Ya, kamu tak butuh saya lagi,’” ujarnya dengan nada bercanda.
Di tengah tantangan tersebut, Gates tetap optimistis. Dia menilai AI justru bisa membuka peluang bagi manusia untuk fokus pada pekerjaan yang lebih bermakna. Sebagai filantropis, dia juga menggandeng Microsoft dan OpenAI untuk memastikan akses terhadap teknologi AI di negara-negara berpenghasilan rendah, khususnya dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pertanian.
Saat diminta memberi nasihat bagi generasi muda, Gates menekankan pentingnya keterbukaan terhadap perkembangan teknologi. “Kemampuan menggunakan alat-alat ini sangat menyenangkan dan memberdayakan. Mengikuti perkembangan AI akan sangat penting,” ujarnya.
Namun, dia menambahkan bahwa keterbukaan terhadap teknologi bukanlah jaminan terbebas dari disrupsi pekerjaan. “Tapi saya belum mengubah rekomendasi saya: tetaplah ingin tahu, banyak membaca, dan gunakan alat-alat AI terbaru,” tegas Gates.
Dalam dunia yang terus berubah, seruan Gates menegaskan bahwa rasa ingin tahu dan adaptasi teknologi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk bertahan dan berkembang di era AI.
***

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
