Salah satu toko yang melayani ganja medis di Thailand (Dok. The Guardian)
JawaPos.com - Pemerintah Thailand resmi kembali melarang penggunaan ganja untuk rekreasi. Kebijakan baru ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha, khususnya pemilik toko ganja yang tersebar di berbagai wilayah.
Industri ganja senilai miliaran baht kini menghadapi ancaman gulung tikar.
Menurut laporan The Guardian pada Kamis (10/7), pemerintah Thailand menetapkan aturan baru sejak Juni 2025 yang mengkriminalisasi kembali penggunaan ganja untuk tujuan rekreasi.
Kini, seluruh pembelian ganja di toko ritel harus disertai resep dari tenaga medis profesional.
Kebijakan ini mengejutkan ribuan pelaku usaha ganja yang sebelumnya berkembang pesat sejak ganja didekriminalisasi pada tahun 2022.
Di kawasan wisata populer jalan Khao San, Bangkok, toko-toko ganja mulai kehilangan pelanggan, terutama wisatawan asing yang kini ragu membeli karena takut melanggar hukum.
Menteri Kesehatan Thailand, Somsak Thepsutin, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan publik dan melindungi anak-anak serta remaja dari dampak negatif ganja.
Selain alasan domestik, tekanan internasional juga disebut menjadi salah satu faktor pendorong larangan ini.
Menurut The Spectator Australia, Pejabat Thailand dilaporkan mendapat kecaman dari negara-negara mitra, terutama Inggris, setelah terungkap bahwa 26 ton ganja Thailand berhasil diselundupkan ke Inggris oleh ratusan kurir pada tahun lalu.
Hal ini menimbulkan keresahan diplomatik dan memperburuk citra Thailand di mata internasional, terutama dalam pengendalian narkotika lintas batas.
Namun, banyak pengusaha kecil menilai langkah ini tidak adil dan terlalu politis, terutama setelah partai pengusung legalisasi ganja, Bhumjaithai, menarik diri dari koalisi pemerintahan.
Beberapa toko bahkan sudah tutup. Natthakan Punyathanaworakit, pemilik tiga toko ganja di Bangkok, mengaku telah menutup satu toko karena aturan baru.
“Sebagian besar toko akan tutup. Banyak juga yang akan pindah ke pasar gelap,” ujarnya dikutip dari The Guardian.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
