
Ilustrasi bola voli. Pemain bola voli Jepang Shunichiro Sato ditangkap polisi diduga terkait kasus ganja. (Freepik)
JawaPos.com - Kabar kurang mengenakkan datang dari tim nasional voli putra Jepang menjelang bergulirnya Volleyball Nations League (VNL) 2026. Salah satu pemain andalan mereka Shunichiro Sato, dilaporkan ditangkap polisi saat tim tengah menjalani pemusatan latihan di Tokyo.
Penangkapan tersebut terjadi ketika skuad Jepang sedang melakukan training camp sebagai persiapan menghadapi VNL 2026 di Ningbo, Tiongkok, pada Juni. Situasi ini tentu menjadi sorotan karena Jepang tinggal menghitung hari sebelum menjalani pertandingan perdana di turnamen internasional tersebut.
Media Jepang melaporkan bahwa kasus ini bermula pada malam 27 Mei di sebuah tempat perjudian pachinko di Distrik Itabashi, Tokyo. Berdasar laporan penyelidikan kepolisian metropolitan setempat, Sato diduga kedapatan memiliki ganja.
Akibat temuan tersebut, pemain berpostur 205 cm itu diduga melanggar Undang-Undang Pengendalian Narkotika yang berlaku di Jepang. Negara tersebut memang dikenal memiliki aturan sangat ketat terkait kepemilikan maupun penggunaan narkotika, termasuk ganja.
Kasus ini langsung memicu perhatian publik Jepang, terutama para penggemar voli yang sedang menantikan kiprah tim nasional mereka di ajang VNL 2026. Shunichiro Sato dikenal sebagai salah satu middle blocker penting dalam skuad Jepang berkat kemampuan blok dan kecepatannya di depan net.
Asosiasi Bola Voli Jepang (JVA) dikabarkan segera menggelar konferensi pers untuk membahas situasi tersebut. Seluruh pemain tim nasional juga diminta hadir dalam agenda yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis siang waktu setempat.
Belum diketahui bagaimana dampak kasus ini terhadap posisi Sato di tim nasional maupun peluangnya tampil di VNL 2026. Namun, situasi tersebut jelas menjadi pukulan bagi persiapan Jepang yang sebelumnya berjalan cukup positif.
Dalam jadwal VNL 2026 pekan pertama di Tiongkok, Jepang akan menghadapi Ukraina pada 10 Juni. Setelah itu mereka dijadwalkan bertemu Polandia, Tiongkok, dan laga terakhir melawan lawan berikutnya pada 14 Juni.
Publik kini menunggu keputusan resmi federasi terkait status Shunichiro Sato. Selain itu, perhatian juga tertuju pada bagaimana Jepang menjaga fokus tim di tengah situasi yang muncul menjelang turnamen penting tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa disiplin di luar lapangan tetap menjadi bagian penting dalam dunia olahraga profesional. Terlebih bagi atlet nasional yang membawa nama negara di level internasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
