
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dengan latar bendera Israel dan Iran menggambarkan ketegangan geopolitik terbaru terkait serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran. (Reuters)
JawaPos.com - Ancaman Iran menutup Selat Hormuz ternyata bikin Amerika Serikat (AS) panik. Menciut nyalinya. Ikut campur terhadap konflik di Timur Tengah dibayar kontan oleh Iran dengan ancaman penutupan Selat Hormuz yang mana langkah tersebut malah bikin AS jadi kehilangan harga diri.
Betapa tidak, diam-diam terungkap bahwa AS meminta bantuan Tiongkok agar ikut mencegah rencana Iran menutup Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia yang menjadi urat nadi ekonomi global.
Tiongkok sejatinya merupakan musuh bebuyutan AS. Permintaan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa parlemen negara tersebut telah menyetujui rencana penutupan Selat Hormuz.
Namun, keputusan akhir masih menunggu persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
“Tiongkok sangat bergantung pada jalur itu untuk mendapatkan minyak dari Iran. Saya harap pemerintah Beijing segera menelepon Teheran. Kalau mereka benar-benar menutup Selat Hormuz, itu sama saja dengan bunuh diri ekonomi," kata Rubio dalam wawancara dengan Fox News.
Rubio juga memperingatkan bahwa penutupan Selat akan lebih merugikan negara-negara lain dibandingkan AS. “Kita punya cara untuk menghadapinya, tapi negara lain juga sebaiknya bersiap. Dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian global,” ujarnya.
Kenapa Selat Hormuz Penting?
Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap harinya. Negara-negara produsen minyak utama di Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, menggunakan jalur ini untuk mengekspor minyak dan gas mereka ke seluruh dunia.
Jika jalur ini terganggu, harga minyak dunia bisa melonjak drastis. Pada Senin lalu, harga minyak sempat naik tajam setelah serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran. Harga minyak jenis Brent bahkan menyentuh USD 81,40 per barel sebelum akhirnya turun ke sekitar USD 76,30.
Presiden AS Donald Trump ikut angkat suara lewat akun Truth Social miliknya:
"JAGA HARGA MINYAK TETAP RENDAH. AKU MENGAWASI! JANGAN MAIN API. KALIAN MEMBANTU MUSUH JIKA HARGA NAIK."
Tiongkok Bisa Jadi Penentu
Tiongkok sendiri saat ini merupakan pembeli terbesar minyak Iran, dengan impor mencapai 1,8 juta barel per hari bulan lalu. Selain Tiongkok, negara-negara besar Asia lainnya seperti India, Jepang, dan Korea Selatan juga sangat bergantung pada minyak yang melewati Selat Hormuz.
Analis energi Vandana Hari mengatakan, Iran justru akan merugikan diri sendiri jika menutup Selat tersebut.
“Iran tidak akan mendapat banyak keuntungan dari menutup Selat Hormuz, justru bisa merusak hubungannya dengan negara-negara tetangga dan juga China, pasar utama mereka,” ujarnya kepada BBC.
Di tengah ketegangan ini, analis Saul Kavonic dari MST Financial memperingatkan bahwa situasi di kawasan bisa makin memanas.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
