
Pemerintah Vietnam mencabut kebijakan pembatasan jumlah anak untuk mengatasi krisis demografi. (VinWonders)
JawaPos.com — Pemerintah Vietnam resmi mencabut kebijakan pembatasan jumlah anak dalam sebuah keluarga. Penyebabnya adalah kekhawatiran akan krisis demografi akibat penurunan angka kelahiran yang terus berlanjut.
Dilansir dari The Strait Times, Rabu (4/6) Komite Tetap Majelis Nasional pada Selasa (3/6) menyetujui amandemen Pasal 10 Ordonansi Kependudukan. Dengan aturan baru ini, pasangan suami istri maupun orang tua tunggal kini bebas menentukan kapan memiliki anak, berapa jumlahnya, serta jarak antar kelahiran.
Kebijakan lama yang berlaku sejak 1988, hanya mengizinkan satu atau dua anak per keluarga kecuali dalam kondisi khusus. Meski demikian, aturan tersebut selama ini jarang diterapkan terhadap warga non-anggota Partai Komunis. Sebaliknya, anggota partai yang melanggar bisa dikenai sanksi administratif hingga pemecatan dari jabatan.
Menteri Kesehatan Vietnam Dao Hong Lan menyatakan bahwa reformasi ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi sosial dan ekonomi masing-masing. “Undang-undang yang diperbarui ini memberdayakan pasangan untuk secara bebas memutuskan waktu, jumlah, dan jarak kelahiran anak-anak mereka, dengan mempertimbangkan usia, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan kapasitas mereka untuk membesarkan anak. Semuanya berdasarkan prinsip kesetaraan,” ujarnya seperti dilansir dari Anadolu Agency.
Dao juga menekankan bahwa perubahan ini merupakan upaya menghadapi ketimpangan angka kelahiran antardaerah dan kelompok sosial. Harapan lainnya, dengan adanya aturan ini dapat mencegah penurunan populasi yang bisa berdampak pada pembangunan dan keamanan nasional dalam jangka panjang.
Berdasarkan data pemerintah, tingkat kelahiran nasional terus turun selama tiga tahun berturut-turut. Pada akhir 2024, angka kesuburan total tercatat hanya 1,91 anak per wanita. Ini di bawah tingkat kelahiran ideal sebesar 2,1.
Kementerian Kesehatan telah mengusulkan perubahan kebijakan ini sejak awal 2024, seiring dengan peringatan Dana Kependudukan PBB bahwa Vietnam sedang berada dalam fase penuaan populasi yang berlangsung sangat cepat. Transisi dari masyarakat "menua" ke "tua" diperkirakan akan terjadi hanya dalam waktu dua dekade.
Vietnam, dengan populasi lebih dari 100 juta jiwa, menjadi negara terbaru di Asia yang mengendurkan kebijakan pengendalian kelahiran. Sebelumnya ada Tiongkok dan Korea Selatan yang juga mendorong warganya memiliki lebih dari dua anak.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
