Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Mei 2025 | 02.47 WIB

Keterlambatan Presiden FIFA saat Kongres Tahunan Membuat Sejumlah Delegasi Melakukan Walk-Out

Presiden FIFA, Gianni Infantino saat kongres tahunan. (AP Photo/Fernando Calistro) - Image

Presiden FIFA, Gianni Infantino saat kongres tahunan. (AP Photo/Fernando Calistro)

JawaPos.com - Presiden FIFA Gianni Infantino jadi sorotan di Kongres Tahunan FIFA yang digelar di Paraguay, Kamis (15/5) lalu. Beberapa perwakilan asosiasi sepak bola Eropa memilih meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes atas keterlambatan Infantino.

Dilansir dari The Guardian, Infantino seharusnya memulai agenda kongres pada pukul 10.30 pagi. Namun, ia baru muncul berjam-jam kemudian setelah pulang dari lawatannya di Timur Tengah bersama Donald Trump.

Keterlambatan itu membuat geram delapan anggota Dewan FIFA dari Eropa, termasuk Presiden UEFA Alexander Čeferin dan Ketua FA Inggris Debbie Hewitt. Mereka kompak keluar dari ruangan sebagai bentuk protes.

Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, juga termasuk yang memprotes aksi Infantino. Ia menyebut keterlambatan ini sebagai hal yang mengecewakan sekaligus mengkhawatirkan.

"Kongres tahunan adalah badan terpenting untuk memastikan tata kelola sepak bola internasional yang baik," ujar Klaveness dalam pernyataan resminya.

"210 asosiasi anggota telah melakukan perjalanan dari seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam Kongres ini di Paraguay, dengan harapan kepemimpinan profesional dan dialog di tingkat tertinggi," lanjutnya.

"Saya memahami rasa frustasi dan kekecewaan dari anggota FIFA Eropa, dan kami merasa kasihan kepada tuan rumah yang luar biasa di Paraguay. Kami sekarang mengharapkan FIFA menjelaskan situasi ini kepada para anggotanya dan memastikan bahwa suara asosiasi anggota didengar dan dihormati ke depannya," tambahnya.

Infantino sendiri diketahui lebih memilih menghadiri pertemuan politik di Timur Tengah. Ia hadir bersama para pemimpin negara tuan rumah Piala Dunia sebelumnya (Qatar), edisi mendatang (Amerika Serikat), serta Piala Dunia 2034 (Arab Saudi).

Akibat keterlambatan itu, kongres yang semestinya berlangsung pagi hari terpaksa mundur hingga tiga jam. Infantino pun beberapa kali meminta maaf saat akhirnya tiba di lokasi.

Ia berdalih keterlambatannya disebabkan oleh masalah penerbangan. Namun, ia menekankan pentingnya kehadirannya di pertemuan-pertemuan politik tersebut.

"Sebagai presiden FIFA, tanggung jawab saya adalah membuat keputusan demi kepentingan organisasi. Saya merasa perlu berada di sana untuk mewakili sepak bola dan kalian semua," kata Infantino.

Kehadiran Infantino di Timur Tengah terjadi tak lama setelah ia muncul di Gedung Putih. Di sana, ia mengikuti pertemuan perdana gugus tugas Piala Dunia 2026 bentukan pemerintahan Trump.

Di pertemuan itu, sejumlah anggota kabinet Trump sempat melontarkan candaan soal pengunjung Piala Dunia yang bakal ditahan jika melebihi masa visa. Candaan ini muncul di tengah kontroversi soal deportasi ilegal oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).

"Kami ingin mereka datang, kami ingin mereka merayakan, kami ingin mereka menonton pertandingan," kata Wakil Presiden AS JD Vance soal pengunjung Piala Dunia.

"Tapi ketika waktunya habis, mereka harus pulang. Jika tidak, mereka harus bicara dengan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem," ungkapnya kembali.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore