Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 April 2025 | 22.50 WIB

Donald Trump Pastikan Tarif Impor 125 Persen Tak Berlaku untuk Produk Smartphone dan Komputer Tiongkok

ILUSTRASI.  Presiden Amerika Serikat, Donald Trump umumkan tarif impor baru ke berbagai negara (Dok. Reuters/Carlos Barria). - Image

ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump umumkan tarif impor baru ke berbagai negara (Dok. Reuters/Carlos Barria).

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan bahwa tarif impor timbal balik atau resiprokal ke Tiongkok sebesar 125 persen tidak berlaku untuk produk smartphone dan komputer.

Hal ini sebagai pengecualian dan bentuk keringanan Trump bagi perusahaan teknologi raksasa AS, seperti Apple yang bergantung pada produk impor.

Mengutip Reuters, Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menerbitkan daftar kode tarif yang dikecualikan dari pajak impor. Produk tersebut menampilkan 20 kategori, termasuk kode 8471 untuk semua komputer, laptop, disk drive, dan pemrosesan data otomatis.

“Selain itu juga berlaku untuk produk yang mencakup perangkat semikonduktor, peralatan, chip memori, dan layar panel datar,” bunyi pengumuman itu yang dikutip Minggu (13/4).

Meski begitu, dalam pemberitahuan tersebut tidak memberikan penjelasan yang lebih detail, namun pengecualian tersebut berhasil membuat lega sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Apple (AAPL.O), Teknologi Dell (DELL.N), dan banyak importir lainnya.

Tindakan Trump juga mengecualikan barang elektronik tertentu dari tarif dasar sebesar 10 persen pada barang-barang dari sebagian besar negara selain Tiongkok. Termasuk meringankan biaya impor untuk semikonduktor dari Taiwan dan iPhone Apple yang diproduksi di India.

Saat ditanya soal alasan dari kebijakan pengecualian ini, Trump belum membeberkannya. Namun ia hanya menjanjikan bahwa secara spesifik penjelasan itu akan disampaikan pada Senin pekan depan.

Sementara itu, Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa Trump telah menjelaskan bahwa AS tidak dapat bergantung pada Tiongkok untuk memproduksi teknologi penting seperti semikonduktor, chip, smartphone, dan laptop.

Namun dia mengatakan bahwa atas arahan Trump, perusahaan teknologi besar, termasuk Apple dan pembuat chip Nvidia (NVDA.O), dan Taiwan Semiconductor sedang berusaha keras untuk memindahkan produksi mereka ke Amerika Serikat sesegera mungkin.

Selain itu, kebijakan pengecualian ini juga diterapkan sebagai kesadaran pemerintahan Trump terhadap kerugian yang dapat ditimbulkan atas inflasi yang bisa dirasakan konsumen.

Meski belum disampaikan besaran tarif pengecualian, namun produk teknologi tersebut jika dikenakan 54 persen untuk impor dari Tiongkok, analis memperkirakan harga iPhone kelas atas dapat melonjak menjadi USD 2.300 dari USD 1.599.

Sementara itu, smartphone menjadi barang impor utama AS dari Tiongkok pada tahun 2024 dengan total nilai USD 41,7 miliar, sedangkan laptop buatan Tiongkok berada di posisi kedua dengan nilai USD 33,1 miliar.

Bahkan, berdasarkan catatan Reuters, Apple baru-baru ini bakal menyewa penerbangan kargo untuk mengangkut 600 ton iPhone, atau sebanyak 1,5 juta ke AS dari India, setelah meningkatkan produksi di sana dalam upaya untuk mengalahkan tarif Trump.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore