Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Maret 2025 | 19.20 WIB

Kondisi Paus Fransiskus Dilaporkan Stabil pada Selasa, Vatikan: Tidak Ada Krisis Baru, Tetap Responsif terhadap Perawatan

Paus Fransiskus tetap suarakan pesan perdamaian di tengah kondisi sakitnya. (AFP) - Image

Paus Fransiskus tetap suarakan pesan perdamaian di tengah kondisi sakitnya. (AFP)

JawaPos.com – Sejak pertengahan Februari, perhatian umat Katolik dunia tertuju pada kondisi kesehatan Paus Fransiskus yang tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Gemelli, Roma.

Sebagai pemimpin spiritual bagi lebih dari satu miliar umat Katolik, setiap perkembangan mengenai kesehatan Paus Fransiskus menjadi sorotan utama. 

Pada Selasa (4/3), Vatikan melaporkan bahwa kondisi Bapa Suci tetap stabil tanpa adanya krisis pernapasan baru. Meskipun masih berjuang melawan pneumonia ganda, tim medis memastikan bahwa kesehatannya terus dipantau secara ketat demi pemulihan yang optimal.

Dalam pernyataan resminya, Vatikan menegaskan bahwa kondisi Paus tidak menunjukkan tanda-tanda memburuk.

“Sepanjang hari, kondisi klinis Bapa Suci tetap stabil. Ia tidak mengalami demam, selalu waspada, bekerja sama dalam perawatan, dan dalam keadaan baik,” demikian pernyataan yang dikutip oleh Reuters, Rabu (5/3/2025).

Perjalanan penyakit dan tantangan pemulihan

Paus Fransiskus, yang berusia 88 tahun, telah menjalani perawatan di RS Gemelli sejak 14 Februari setelah mengalami infeksi pernapasan serius yang memicu berbagai komplikasi.

Pada Senin (4/3), ia dilaporkan mengalami dua episode insufisiensi pernapasan akut yang sempat menimbulkan kekhawatiran.

Namun, laporan terbaru dari Vatikan menegaskan bahwa pada Selasa (4/3), tidak ada insiden serupa yang terjadi. Bahkan, Paus sudah tidak lagi menggunakan ventilasi mekanis non-invasif sepanjang hari.

Meski demikian, tim dokter tetap memutuskan untuk menggunakannya kembali pada malam hari guna memastikan pernapasan tetap stabil.

Meskipun menunjukkan perbaikan, dokter yang merawatnya menilai bahwa kondisinya masih dalam kategori guarded, yang berarti belum sepenuhnya berada di luar bahaya.

Oleh karena itu, pengawasan medis ketat tetap diberlakukan kepada Bapa Suci untuk pepastikan perkembangan yang positif.

Spekulasi mengenai kepemimpinan dan ketahanan paus

Absennya Paus Fransiskus dari hadapan publik sejak dirawat di rumah sakit menjadi yang terlama sejak ia diangkat sebagai Paus pada 2013.

Hal ini memicu berbagai spekulasi, termasuk kemungkinan ia akan mengikuti jejak pendahulunya, Paus Benediktus XVI, yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore