
ASAP PEPERANGAN: Asap membubung di Desa Kfar Tibnit, Lebanon Selatan, akibat serangan udara Israel (11/10). (AFP)
JawaPos.com – Dunia mengecam keras serangan Israel terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon. Akibat serangan tersebut, dua personel TNI yang menjadi bagian pasukan itu mengalami luka.
Pratu EA dan Praka NSP terluka ringan dan sudah mendapat perawatan di rumah sakit. Kapuspen TNI Mayjen Hariyanto menjelaskan bahwa serangan tersebut terjadi Kamis (10/10) pagi pukul 05.05 waktu setempat di Tower Pengamat OP14, Lebanon.
Saat itu terdapat baku tembak antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Hizbullah. ”Terdengar ledakan dan luncuran roket dari kedua belah pihak,’’ ujar Kapuspen TNI Mayjen Hariyanto dalam keterangannya kemarin (12/10).
Saat kontak tembak, sebuah tank milik IDF terpantau berada di sekitar Green Hill, Lebanon. Diduga terjadi rekoset peluru peluncur yang mengenai Tower OP14 yang diduduki pasukan UNIFIL (United Nation Interim Force in Lebanon) di bawah mandat PBB yang tengah melakukan pengamatan.
”Dua orang anggota TNI yang bertugas di UNIFIL terluka, salah satunya di bagian kaki,’’ terangnya.
Hariyanto melanjutkan, atas terjadinya peristiwa tersebut, sepenuhnya kewenangan UNIFIL melakukan protes atau keberatan kepada pihak yang dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap mandat PBB 1701. Saat ini UNIFIL secara resmi telah merespons peristiwa tersebut dengan menyatakan agar semua pihak yang bertikai dapat menahan diri, saling menghormati, dan menjamin keamanan seluruh pasukan PBB yang berada di wilayah tersebut.
Panen Kecaman
SASARAN SERANGAN: Kendaraan UNIFIL berpatroli di Marjeyoun, Lebanon Selatan (11/10). (AFP)
Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni mengecam tembakan Israel terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, tempat Italia menempatkan lebih dari 1.000 tentara. Dia menyebut tindakan itu sebagai hal yang tidak dapat diterima.
’’(Serangan) Itu melanggar apa yang ditetapkan dalam resolusi PBB 1701 yang mengatur keberadaan pasukan penjaga perdamaian,’’ kata Meloni seperti dikutip dari AFP.
PM Irlandia Simon Harris yang menempatkan 347 tentaranya di UNIFIL merilis kecaman serupa. Militer Irlandia juga terang-terangan mengaku tak percaya alasan Israel yang menyebut bahwa serangan itu tidak sengaja.
’’Ini menandai intensifikasi permusuhan IDF yang sangat serius terhadap pasukan PBB dan pos-pos PBB. Benar-benar tidak dapat diterima. Apa yang terjadi selama 48 jam terakhir sebelum ini adalah tindakan yang sembrono dan mengintimidasi,’’ jelas Harris.
Sekutu utama Israel, AS, juga turut mendesak agar Israel berhenti menyerang pasukan UNIFIL. Presiden AS Joe Biden mengaku telah menghubungi Israel terkait seruan itu.
Di sisi lain, PM Spanyol Pedro Sanchez menyerukan agar dunia internasional menghentikan penjualan senjata kepada Israel. Dia juga menegaskan, Spanyol belum pernah mengekspor senjata atau perlengkapan militer apa pun ke Israel sejak Oktober 2023.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
