
Ilustrasi Dinosaurus Comptonatus Chasei. (Pubity).
JawaPos.Com - Para peneliti telah menemukan spesies dinosaurus dan diklaim sebagai penemuan terlengkap yang ditemukan di Inggris selama satu abad terakhir
Spesies yang diberi nama Comptonatus Chasei ini, merupakan penghormatan kepada Nick Chase, seorang pemburu fosil yang telah meninggal,dan fosil tersebut ditemukan di tebing Teluk Compton.
Dinosaurus ini diketahui memiliki berat yang setara dengan gajah Afrika dan termasuk dalam kelompok dinosaurus herbivora yang dikenal sebagai iguanodontia.
Para ahli paleontologi menggambarkannya sebagai "sapi zaman Kapur" karena ukurannya yang besar.
Dikutip melalui theguardian.com Jumat, (12/7).Dr. Jeremy Lockwood, seorang pensiunan dokter umum dan rekan ilmiah di Natural History Museum, menyatakan bahwa penemuan ini merupakan hal yang luar biasa dan memegang peranan penting dalam pemahaman terhadap dinosaurus yang pernah hidup di Inggris pada awal periode.
Penelitian terbaru telah menemukan bukti yang mengejutkan bahwa Wessex adalah salah satu ekosistem paling beragam di dunia.
Temuan ini mengungkap keberadaan dinosaurus raksasa yang mungkin telah menghuni wilayah tersebut lebih dari 120 juta tahun yang lalu.
Terkait temuan ini, Dr. Smith dari Institut Dinosaurus Wessex berkomentar, "Hewan ini memiliki berat sekitar satu ton (1.000 kg), kira-kira seukuran bison Amerika jantan yang besar.
Bukti dari jejak kaki fosil yang ditemukan di dekatnya menunjukkan bahwa ia kemungkinan besar adalah hewan penggembala, jadi kemungkinan besar kawanan besar dinosaurus berat ini mungkin akan bergemuruh jika ditakuti oleh predator lain di dataran banjir dan diperkirakan lebih dari 120 juta tahun yang lalu."
Menurut Lockwood, seorang ahli paleontologi dari University of Manchester, Comptonatus memiliki ciri khas unik, seperti rahang bawahnya yang lurus yang membedakannya dari kebanyakan dinosaurus iguanodontia yang memiliki rahang yang melengkung.
Penemuan ini membuka pintu bagi pemahaman lebih luas tentang evolusi dinosaurus iguanodontia selama periode tertentu.
Penelitian ini memiliki peranan penting dalam memperkaya pemahaman tentang bagaimana ekosistem pulih setelah peristiwa kepunahan pada akhir masa Jurassic, sekitar 200-149 juta tahun yang lalu.
Spesies Comptonatus, yang ditemukan pada tahun 2013 oleh Chase, menambah wawasan yang berharga. Sang penemunya, Chase, meninggal karena kanker tepat sebelum pandemi Covid-19. Dibutuhkan beberapa tahun untuk menyiapkan spesimen ini agar dapat dianalisis oleh Lockwood dan tim peneliti lainnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
