Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juli 2024 | 23.04 WIB

Comptonatus Chasei: Spesies Dinosaurus 'Sapi Zaman Kapur' yang Ditemukan di Inggris dalam 100 Tahun Terakhir

Ilustrasi Dinosaurus Comptonatus Chasei. (Pubity). - Image

Ilustrasi Dinosaurus Comptonatus Chasei. (Pubity).

JawaPos.Com - Para peneliti telah menemukan spesies dinosaurus dan diklaim sebagai penemuan terlengkap yang ditemukan di Inggris selama satu abad terakhir

Spesies yang diberi nama Comptonatus Chasei ini, merupakan penghormatan kepada Nick Chase, seorang pemburu fosil yang telah meninggal,dan fosil tersebut ditemukan di tebing Teluk Compton.

Dinosaurus ini diketahui memiliki berat yang setara dengan gajah Afrika dan termasuk dalam kelompok dinosaurus herbivora yang dikenal sebagai iguanodontia.

Para ahli paleontologi menggambarkannya sebagai "sapi zaman Kapur" karena ukurannya yang besar.

Dikutip melalui theguardian.com Jumat, (12/7).Dr. Jeremy Lockwood, seorang pensiunan dokter umum dan rekan ilmiah di Natural History Museum, menyatakan bahwa penemuan ini merupakan hal yang luar biasa dan memegang peranan penting dalam pemahaman terhadap dinosaurus yang pernah hidup di Inggris pada awal periode.

Penelitian terbaru telah menemukan bukti yang mengejutkan bahwa Wessex adalah salah satu ekosistem paling beragam di dunia.

Temuan ini mengungkap keberadaan dinosaurus raksasa yang mungkin telah menghuni wilayah tersebut lebih dari 120 juta tahun yang lalu.

Terkait temuan ini, Dr. Smith dari Institut Dinosaurus Wessex berkomentar, "Hewan ini memiliki berat sekitar satu ton (1.000 kg), kira-kira seukuran bison Amerika jantan yang besar.

Bukti dari jejak kaki fosil yang ditemukan di dekatnya menunjukkan bahwa ia kemungkinan besar adalah hewan penggembala, jadi kemungkinan besar kawanan besar dinosaurus berat ini mungkin akan bergemuruh jika ditakuti oleh predator lain di dataran banjir dan diperkirakan lebih dari 120 juta tahun yang lalu."

Menurut Lockwood, seorang ahli paleontologi dari University of Manchester, Comptonatus memiliki ciri khas unik, seperti rahang bawahnya yang lurus yang membedakannya dari kebanyakan dinosaurus iguanodontia yang memiliki rahang yang melengkung.

Penemuan ini membuka pintu bagi pemahaman lebih luas tentang evolusi dinosaurus iguanodontia selama periode tertentu.

Penelitian ini memiliki peranan penting dalam memperkaya pemahaman tentang bagaimana ekosistem pulih setelah peristiwa kepunahan pada akhir masa Jurassic, sekitar 200-149 juta tahun yang lalu.

Spesies Comptonatus, yang ditemukan pada tahun 2013 oleh Chase, menambah wawasan yang berharga. Sang penemunya, Chase, meninggal karena kanker tepat sebelum pandemi Covid-19. Dibutuhkan beberapa tahun untuk menyiapkan spesimen ini agar dapat dianalisis oleh Lockwood dan tim peneliti lainnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore