
Kendati disibukkan berperang melawan Rusia, para tentara Ukraina pemeluk agama Islam tetap menjalankan ibadah puasa.
JawaPos.com - Umat Muslim di Ukraina menjalani Ramadan dalam suasana perang untuk tahun kedua. Mereka berpuasa di tengah gempuran tentara Rusia. Sebuah masjid yang terletak di dekat garis depan pertempuran menjadi saksi taatnya umat Musim di Ukraina menjalankan ibadah puasa kendati di tengah suasana perang. Masjid tersebut setiap harinya dipenuhi umat Muslim dan sebagian besar adalah pasukan Ukraina dengan seragam kamuflase.
Kendati disibukkan berperang melawan Rusia, para tentara Ukraina pemeluk agama Islam tetap menjalankan ibadah puasa. Mereka juga rajin menunaikan salat di masjid tersebut.
Mullah Murah Suleymanov, seorang mufti Ukraina, memimpin salat berjamaah. Dia menggantikan posisi mufti sebelumnya yakni Said Ismagilov yang memutuskan bergabung dengan pasukan Ukraina untuk berjuang di garis depan.
Saat memimpin salat yang terdiri dari 16 orang, 11 di antaranya berseragam, termasuk 1 perempuan, Suleymanov mengajak semuanya berdoa agar Ukraina diberikan kemenangan pada Ramadan kali ini.
"Saya meminta kepada Allah untuk melindungi masjid kami. Saya meminta kepada Allah untuk melindungi Ukraina dan untuk menghukum para tiran," kata Mullah Murat Suleymanov. "Ramadan adalah bulan kemenangan," imbuh Suleymanov.
Masjid tersebut memiliki banyak jendela. Sebagian dinding pecah terkena pecahan peluru. Dua hari sebelumnya sebuah roket meledak di dekat masjid tersebut.
Di antara para jamaah adalah Said Ismagilov yang sebelumnya mufti dan kini ikut bertempur melawan Rusia. Kini dia adalah sopir ambulans paramedis sukarela yang bertugas mengevakuasi tentara yang terluka dari garis depan.
Ismagilov, 44, adalah seorang Tatar, kelompok etnis Muslim. Dia mengenakan penutup lengan dari batalion ASAP Rescue-nya dan menunjukkan ambulans yang diparkir di luar. Beberapa bagian bodi ambulans penyok akibat diterjang peluru tentara Rusia. Ismagilov meyakini dan merasakan langsung kehendak dan perlindungan Allah.
"Ambulans saya penuh dengan pecahan peluru. Syukurlah, saya tidak terluka. Ini kehendak Allah," jelas Ismagilov.
"Saya menyadari saya tidak berguna. Kemudian saya memilih untuk berdiri dan membela tanah air saya. Sekarang saya mengevakuasi orang yang terluka," imbuhnya.
Tahun lalu, Ismagilov menghabiskan Ramadan di Lysychansk, sebuah kota yang hancur diserbu Rusia, sebelum militer Ukraina akhirnya mundur. Terlepas dari pekerjaannya di medan perang, Ismagilov mengatakan masih bisa menjalankan aturan puasa Ramadan.
"Saya sudah terbiasa menghabiskan Ramadan dalam situasi perang, jadi tahun ini bukanlah hal baru bagi saya," kata Ismagilov. "Saya memiliki semua yang saya butuhkan untuk berpuasa sesuai dengan semua tradisi Muslim," imbuhnya.
"Saya tidak berada di parit sekarang. Saya menghabiskan sebagian besar siang hari dengan mengemudi atau di titik stabilisasi, yakni sebuah bangunan tempat paramedis merawat luka untuk perawatan medis awal," beber Ismagilov.
Ismagilov mengatakan dia tidak tahu bagaimana akan merayakan akhir Ramadan yakni Idul Fitri. “Anda beruntung jika bisa mengunjungi masjid sekarang dan Anda tidak pernah tahu berapa banyak orang yang akan datang, atau apakah mereka akan datang,” katanya.
"Jika terjadi penembakan hebat, kami mungkin akan berkumpul di ruang bawah tanah untuk berdoa di sana," ucapnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
