
Bendera negara Finlandia dikibarkan bersama dengan bendera-bendera negara anggota NATO. Finlandia resmi menjadi anggota NATO pada Selasa (4/4).
JawaPos.com - Finlandia pada Selasa (4/4) resmi menjadi anggota ke-31 Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan mengakhiri posisi netral. Itu setelah merasa terancam akibat Invasi Rusia di Ukraina.
Finlandia bersama-sama Swedia mendaftar menjadi anggota baru aliansi militer tersebut pada Mei tahun lalu guna mencari perlindungan dari Rusia melalui jaminan pertahanan kolektif NATO.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut keanggotaan Finlandia dalam aliansi tersebut sebagai kemajuan dalam menjaga keamanan Skandinavia dan NATO secara keseluruhan. "Ini menjadi hari yang baik untuk keamanan Finlandia, untuk keamanan Skandinavia dan untuk NATO secara keseluruhan," kata Stoltenberg.
Sementara itu, lamaran Swedia menjadi anggota NATO masih tertahan karena Turki yang menjadi salah satu anggota NATO menganggap Stockholm menolak mengekstradisi para tersangka teroris di negaranya. Anggota NATO lainnya, Hungaria, juga berkeberatan dengan masuknya Swedia.
Kedua negara Skandinavia itu bergabung dengan Uni Eropa pada 1995, tetapi tidak bergabung dengan NATO demi menghindari provokasi Rusia yang menentang perluasan aliansi itu mendekati perbatasannya.
Akan tetapi, invasi Rusia di Ukraina sejak Februari tahun lalu telah mendorong NATO mempertimbangkan kembali status kedua negara Skandinavia itu dan melakukan langkah yang bisa mengubah lanskap geopolitik Eropa.
Pada Selasa (4/4), NATO mengadakan perayaan di markas besarnya di Brussel, Belgia, untuk menyambut masuknya Finlandia dalam NATO. Sebelum Finlandia, Makedonia Utara adalah negara terakhir yang diterima masuk aliansi itu pada Maret 2020.
Finlandia dipastikan mendapat jaminan keamanan yang kuat setelah resmi menjadi anggota NATO. “Sulit membayangkan hari yang lebih baik dalam merayakan ulang tahun berdirinya NATO sembari menyambut anggota baru aliansi ini," kata Stoltenberg.
Dia merujuk penandatanganan Perjanjian Washington yang menjadi dasar pembentukan NATO pada 4 April 1949. Pada tanggal yang sama pula tahun ini, Finlandia secara resmi menjadi anggota dan benderanya segera dikibarkan di markas NATO dalam sebuah seremoni.
“Finlandia akan mendapatkan jaminan keamanan yang ketat yang didasarkan kepada prinsip pertahanan bersama seperti tercantum dalam pasal lima Perjanjian Washington," ujar Stoltenberg.
"Aturan 'satu untuk semua, semua untuk satu' kini akan berlaku di Finlandia,” sambung dia.
Stoltenberg mengatakan mengingat proses ratifikasi permohonan keanggotaan Swedia masih belum rampung, maka negara tersebut berada dalam posisi yang jauh lebih baik sebagai undangan. Stoltenberg berjanji akan berupaya keras guna menuntaskan ratifikasi tersebut dan menggelar lagi pertemuan antara wakil-wakil Turki, Finlandia, dan Swedia.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
