
Ilustrasi tawuran. Dok JawaPos
JawaPos.com – Dua kelompok pekerja migran Indonesia (PMI) terlibat tawuran di Dalseo-gu, Kota Daegu, Korea Selatan, Minggu (28/4) pagi waktu setempat. Satu orang dilaporkan tewas.
Perkelahian itu terjadi di depan kelab malam di Dalseo-gu. Mengutip Modoo News, kejadian diduga bermula dari adu mulut antara pelaku dengan korban yang berada di dalam kelab. Mereka kemudian melanjutkan cekcok di luar kelab malam.
Tidak disebutkan secara detail identitas mereka. Yang pasti, aksi cekcok itu berakhir dengan penikaman. Akibatnya, 1 orang meninggal dunia, 1 orang terluka parah, dan 3 orang lainnya mengalami luka ringan. Dilansir dari SBS News, korban meninggal sempat dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans. Namun, nyawa korban yang diperkirakan berusia 30 tahunan itu tidak tertolong.
Pelaku penikaman disebut berusia 40-an tahun. Setelah melakukan aksi penikaman, dia bersembunyi di rumah seorang WNI di Dasan-myeon, Goryeong-gun, Gyeongsangbuk-do. Polisi Daegu Seongseo, Korea Selatan, kemudian berhasil menangkap pelaku sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha membenarkan adanya kejadian itu. Menurut dia, kepolisian setempat telah menahan 1 WNI terduga pelaku penusukan. ’’Penyelidikan masih dilakukan polisi setempat. Belum diketahui dengan jelas penyebab perkelahian,’’ ujarnya kemarin (30/4).
KBRI Seoul berkoordinasi dengan kepolisian setempat, tokoh masyarakat/perkumpulan WNI, dan Forum Komunikasi Organisasi-Organisasi Massa (Forkomasi) guna menenangkan situasi. Para WNI di Korea Selatan, khususnya kelompok yang terlibat perselisihan, diimbau untuk menciptakan suasana kondusif.
Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Seoul Teuku Zulkaryadi mengatakan, berdasar informasi dari polisi setempat, kasus itu terjadi pada 28 April sekitar pukul 08.00–09.00. Sebelumnya, pelaku dan korban terlihat berada di dalam kelab tersebut. Namun, belum bias dipastikan apakah mereka dalam kondisi mabuk.
’’Apakah perkelahian karena kondisi mabuk atau hal lain, masih didalami polisi. Termasuk motifnya masih dalam investigasi polisi. Belum diinfokan lagi ke KBRI,’’ ucapnya. Yang jelas, pelaku dan korban saling mengenal. Kabarnya, mereka pernah bekerja di tempat yang sama. Mereka juga diketahui sama-sama tidak memiliki izin tinggal resmi alias overstayer.
Zulkaryadi menambahkan, satu korban mengalami luka cukup parah. Sementara itu, tiga orang yang luka ringan tidak dibawa ke rumah sakit. Untuk korban tewas, saat ini dalam proses persiapan pemulangan ke Indonesia. (mia/c18/oni)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
