
Pemandangan Sidang DK PBB (Sumber: UN)
JawaPos.com- Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Senin, 25 Maret 2024 menuntut gencatan senjata segera antara Israel dan kelompok militan Hamas di Gaza. Selain itu, badan utama PBB juga menyerukan pembebasan tahanan Israel di tanah Palestina.
Resolusi tersebut disahkan setelah Amerika Serikat abstain dalam pemungutan suara hari ini. Sebanyak 14 anggota Dewan Keamanan PBB yang tersisa memberikan suara mendukung resolusi yang diusulkan oleh 10 anggota terpilih badan tersebut.
DIlansir dari news.un.org, Selasa (26/3), Washington DC menolak pembicaraan tentang gencatan senjata pada awal perang hampir enam bulan di Jalur Gaza.
AS juga menggunakan hak veto untuk membela sekutunya Israel, ketika mereka membalas serangan Hamas pada 7 Oktober yang menurut Israel menewaskan 1.200 orang.
Namun di tengah meningkatnya tekanan global untuk melakukan gencatan senjata dalam perang yang telah menewaskan lebih dari 32.000 warga sipil Palestina, Amerika Serikat akhirnya memilih untuk abstain dalam pemungutan suara hari ini.
Amerika Serikat memveto tiga rancangan resolusi DK PBB terkait perang di Gaza. AS juga abstain sebanyak dua kali, sehingga Dewan Keamanan PBB dapat mengeluarkan sejumlah resolusi untuk meningkatkan bantuan ke Gaza dan menyerukan jeda dalam pertempuran yang berkepanjangan.
Keputusan AS secara tidak langsung memungkinkan Dewan Keamanan PBB untuk segera mengeluarkan resolusi gencatan senjata selama Ramadan yang akan berakhir dalam dua minggu.
Perjanjian tersebut juga menyerukan pembebasan segera semua tahanan dengan tanpa syarat. Israel mengatakan Hamas menyandera 253 orang dalam serangan 7 Oktober.
Resolusi tersebut juga menekankan kebutuhan mendesak untuk memperluas aliran bantuan kemanusiaan dan memperkuat perlindungan warga sipil di seluruh Jalur Gaza.
Dewan Keamanan PBB juga menegaskan kembali perlunya menghilangkan semua hambatan terhadap penyediaan bantuan kemanusiaan skala besar.
Tepat sebelum dimulainya pertemuan Dewan Keamanan PBB, Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan membatalkan pengiriman delegasi Israel ke Washington jika AS tidak keberatan dengan resolusi veto negara tersebut.
Sebelumnya, Rusia dan China juga memveto dua rancangan resolusi AS mengenai konflik tersebut pada Oktober dan Jumat, (22/3).
Dari laporan Anadolou Agency yang dikutip dari www.aa.com.tr, bahwa Prancis telah mengadakan sesi tertutup Dewan Keamanan selama dua minggu terakhir di Gaza, juga sedang mempersiapkan rancangan resolusi.
Resolusi Prancis diperkirakan akan fokus pada gencatan senjata permanen di kemudian hari.***

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
