Para mahasiswa Universitas Tianjin yang sedang mengikuti mata kuliah percintaan. (Antara)
JawaPos.com – Universitas Tianjin, merupakan salah satu Universitas di Tiongkok yang menawarkan mata kuliah percintaan untuk para mahasiswanya. Hal ini menjadi suatu keunikan yang jarang terjadi sebelumnya.
Dilansir dari ANTARA pada Kamis (8/2) mata kuliah percintaan di Universitas Tianjin, telah dibuka sejak tahun 2019 lalu. Wang Xiaoling, seorang dosen dari pusat pendidikan kesehatan mental Universitas Tianjin sekaligus dosen pengampu mata kuliah percintaan ini mengungkapkan bahwa mata kuliah ini mendapatkan respons yang positif dari para mahasiswa.
Sejak awal mata kuliah ini dibuka, sekitar 500 mahasiswa berbondong-bondong mengikuti kelas tersebut secara online akibat pandemi COVID-19.
Wang, selaku praktisi psikologi mengungkapkan bahwa mahasiswa sering menghadapi tantangan dalam membangun hubungan interpersonal dan menangani tekanan emosional. Hal ini diungkapkannya berdasarkan pengalaman konselingnya dengan para mahasiswa.
"Banyak mahasiswa di era 'pasca-2000-an' kerap menghadapi tantangan dalam membina hubungan interpersonal, romantis, orang tua-anak, dan mentoring, dan mereka sering kali tidak memiliki keterampilan untuk secara efektif mengelola masalah emosional yang kompleks dan mempertahankan hubungan yang sehat," ujar Wang.
Dari situlah awal mula pertimbangan Wang dalam mempertimbangkan mata kuliah percintaan ini. Ia berharap bahwa mata kuliah ini membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan mereka dalam menciptakan hubungan yang sehat.
Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Institut Psikologi (Institute of Psychology/IP) yang merupakan bagian dari Chinese Academy of Sciences dan diterbitkan oleh Social Sciences Academic Press (SSAP) Tiongkok pada tahun 2023, mahasiswa yang sedang jatuh cinta memiliki tingkat depresi, kebosanan, dan kecemasan yang paling rendah. Di sisi lain, mereka yang ingin mengubah status lajangnya cenderung merasakan tingkat kecemasan yang lebih tinggi.
Wang menjelaskan bahwa tujuan kelas tersebut adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mencintai, bukan untuk membantu mereka menemukan pasangan atau mengajarkan keterampilan dalam hubungan. Kelas tersebut bertujuan untuk membangun pandangan yang sehat tentang hubungan dan meningkatkan kemampuan dalam menangani konflik.
"Mereka harus belajar untuk mencintai diri mereka sendiri terlebih dahulu, baru kemudian mereka dapat mencintai orang lain, keluarga, dan negara mereka," pungkas Wang.
Baca Juga: Perayaan Imlek di Batam, Banyak Barang Pernak-Pernik Tahun Naga Diimpor Langsung dari Tiongkok
Tim dosen, termasuk Wang, akan mengintegrasikan psikologi, seni, filsafat, dan hukum dalam rancangan pembelajaran untuk membimbing mahasiswa memahami cinta, hubungan keterikatan, manajemen konflik, dan pemeliharaan hubungan.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
