Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Februari 2024 | 23.30 WIB

Unik ! Universitas di Tiongkok Tawarkan Mata Kuliah Percintaan untuk Tingkatkan Kualitas Psikologis Mahasiswanya

Para mahasiswa Universitas Tianjin yang sedang mengikuti mata kuliah percintaan. (Antara)

JawaPos.com – Universitas Tianjin, merupakan salah satu Universitas di Tiongkok yang menawarkan mata kuliah percintaan untuk para mahasiswanya. Hal ini menjadi suatu keunikan yang jarang terjadi sebelumnya.

Dilansir dari ANTARA pada Kamis (8/2) mata kuliah percintaan di Universitas Tianjin, telah dibuka sejak tahun 2019 lalu. Wang Xiaoling, seorang dosen dari pusat pendidikan kesehatan mental Universitas Tianjin sekaligus dosen pengampu mata kuliah percintaan ini mengungkapkan bahwa mata kuliah ini mendapatkan respons yang positif dari para mahasiswa.

Sejak awal mata kuliah ini dibuka, sekitar 500 mahasiswa berbondong-bondong mengikuti kelas tersebut secara online akibat pandemi COVID-19.

Wang, selaku praktisi psikologi mengungkapkan bahwa mahasiswa sering menghadapi tantangan dalam membangun hubungan interpersonal dan menangani tekanan emosional. Hal ini diungkapkannya berdasarkan pengalaman konselingnya dengan para mahasiswa.

"Banyak mahasiswa di era 'pasca-2000-an' kerap menghadapi tantangan dalam membina hubungan interpersonal, romantis, orang tua-anak, dan mentoring, dan mereka sering kali tidak memiliki keterampilan untuk secara efektif mengelola masalah emosional yang kompleks dan mempertahankan hubungan yang sehat," ujar Wang.

Dari situlah awal mula pertimbangan Wang dalam mempertimbangkan mata kuliah percintaan ini. Ia berharap bahwa mata kuliah ini membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan mereka dalam menciptakan hubungan yang sehat.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Institut Psikologi (Institute of Psychology/IP) yang merupakan bagian dari Chinese Academy of Sciences dan diterbitkan oleh Social Sciences Academic Press (SSAP) Tiongkok pada tahun 2023, mahasiswa yang sedang jatuh cinta memiliki tingkat depresi, kebosanan, dan kecemasan yang paling rendah. Di sisi lain, mereka yang ingin mengubah status lajangnya cenderung merasakan tingkat kecemasan yang lebih tinggi.

Wang menjelaskan bahwa tujuan kelas tersebut adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mencintai, bukan untuk membantu mereka menemukan pasangan atau mengajarkan keterampilan dalam hubungan. Kelas tersebut bertujuan untuk membangun pandangan yang sehat tentang hubungan dan meningkatkan kemampuan dalam menangani konflik.

"Mereka harus belajar untuk mencintai diri mereka sendiri terlebih dahulu, baru kemudian mereka dapat mencintai orang lain, keluarga, dan negara mereka," pungkas Wang.

Tim dosen, termasuk Wang, akan mengintegrasikan psikologi, seni, filsafat, dan hukum dalam rancangan pembelajaran untuk membimbing mahasiswa memahami cinta, hubungan keterikatan, manajemen konflik, dan pemeliharaan hubungan. 

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore