
Vihara Yayasan Hock An Kion di Batam Center berhias menyambut tahun baru Imlek. (Jawapos.com)
JawaPos.com - Beberapa hari menjelang Imlek atau Tahun Baru Imlek 2575, berbagai pernak-pernik berwarna merah menghiasi pusat perbelanjaan di Batam.
Pernak-pernik yang dijual mulai dari lampion, hiasan merah merah, amplop angpao merah hingga beberapa barang khas berwarna merah lainnya, Batam Pos (JawaPos Grup) melaporkan, rabu (7/2).
Pantauan Batam Pos (JawaPos Grup) di BCS Mall, amplop angpao dijual mulai Rp 2 ribu hingga Rp 18 ribu per bungkus dengan isi beragam. Aneka stiker bergambar dijual dengan harga sekitar Rp. 15 ribu hingga Rp. 40 ribu.
Lampion Imlek susun ukuran kecil dijual Rp 250 ribu, sedangkan lampion Imlek ukuran besar termahal dijual hingga Rp 1,8 juta.
Salah satu pedagang di BCS Mall, Wati, mengatakan penjualan pernak-pernik Imlek di salah satu Mall besar di Batam itu mulai ramai.
“Yang best seller pasti angpaonya. Karena ini tidak pernah terlewatkan saat Imlek,” ujar Wati menjelaskan barang dagangannya yang paling laris.
Wati mengatakan, pernak-pernik Imlek ini sudah dijual sejak awal tahun 2024. Bulan Januari lalu belum terlalu banyak orang yang membeli, namun memasuki bulan Februari banyak orang yang berburu pernak-pernik Imlek.
“Menjelang perayaan, penjualan akan meningkat,” ujar Wati menjelaskan meningkatnya permintaaan pernak-pernik untuk meriahkan tahun naga kayu.
Jelang Imlek, ada beberapa pernak pernik yang ludes terjual, yakni angpao bergambar naga. Wati mengatakan masyarakat ramai memburunya karena tahun ini merupakan tahun naga kayu.
“Semua barang ini dipesan dari Tiongkok, jauh sebelum Imlek. Jadi yang tersedia saat ini hanya yang tersedia saat ini saja,” ujar wati menjelaskan asal dan ketersediaan barang dagangannya.
Salah satu pengunjung BCS Mall, Lina, mengaku sudah mencari pernak-pernik Imlek sejak seminggu lalu.
“Iya, menjelang Imlek, tradisi kami mencari pernak-pernik. Karena saat ini kami sedang merayakan bersama keluarga besar yang berasal dari Tanjungbatu,” kata Lina, Sabtu (3/2).
Rocky juga mengatakan hal yang sama. Ia mengaku tetap menjalankan berbagai tradisi Imlek. “Imlek identik dengan berbagi bingkisan kepada keluarga dan rekan kerja untuk mendekatkan persaudaraan,” ujar Rocky.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, momen Imlek menjadi salah satu pendorong banyaknya kunjungan wisman ke Batam.
Meski berdekatan dengan festival demokrasi (pemilu), namun tak mengurangi kemeriahan perayaan Imlek di Batam tahun ini.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
