Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Februari 2024 | 20.36 WIB

Ukraina Khawatir Kehilangan Senjata Terbesarnya, Bantuan Militer Amerika Serikat

Gambar relawan yang menerima senjata di Ukraina pada hari-hari awal perang (nytimes.com) - Image

Gambar relawan yang menerima senjata di Ukraina pada hari-hari awal perang (nytimes.com)

JawaPos.com - Sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran terhadap Ukraina, berkali-kali pula pihak Ukraina mengalami hambatan.

Hambatan tersebut, seperti berperang dengan bom molotov dan senjata yang dibagikan kepada masyarakat, mengatasi pemadaman listrik, hingga melarikan diri dari pengungsian. 

Tetapi, hambatan Ukraina tersebut selalu mendapat bantuan dari Amerika Serikat, bahkan bantuan yang diberikan lebih banyak. 

Menurut para analis dan pemimpin di Kyiv Ukraina, dukungan Amerika tersebut sangat penting dan memberikan sekitar setengah dari bantuan militer asing untuk persenjataan Ukraina, yang bernilai sekitar 47 miliar dolar.

Dilansir dari nytimes.com, Kamis (8/2), pada minggu ini, para pemimpin di Kyiv telah menunggu dengan cemas untuk melihat apakah bantuan tersebut akan berakhir atau tidak. 

Hal tersebut dikarenakan kebuntuan antara anggota parlemen di Kongres Amerika Serikat yang mengancam akan mengakhiri bantuan kepada Ukraina yang melakukan peperangan melawan Rusia.

Sebuah langkah yang memungkinkan senjata Amerika mengalir ke Ukraina, Israel, dan Taiwan.

Hal tersebut mendanai keamanan perbatasan yang dikalahkan dalam pemungutan suara Senat pada hari Rabu (7/2) di tengah meningkatnya oposisi Partai Republik dan perpecahan di Capitol Hill.

Setelah pemungutan suara, pemimpin mayoritas Senat, Chuck Schumer, mengatakan bahwa akan mencoba jalan alternatif untuk mendorong pemungutan suara mengenai bantuan militer asing tanpa langkah-langkah yang lebih kontroversial.

Menurut para analis, tentara Ukraina tidak akan kewalahan secara tiba-tiba, namun kemunduran pasukan Ukraina tidak dapat dihindari. 

Negara-negara Eropa kekurangan persediaan senjata dan amunisi dan kecil kemungkinan untuk mengisi kesenjangan tersebut, kata para analis militer.

Michael Kofman selaku pakar Rusia di Carnegie Endowment for International Peace di Washington, menyatakan bahwa Ukraina dapat bertahan secara efektif selama beberapa tahun ini tanpa lebih banyak bantuan militer Amerika

“Tetapi seiring berjalannya waktu, tidak akan ada prospek untuk membangun kembali militer dan mereka akan mulai kalah secara perlahan” ujar Michael Kofman. 

Militer Rusia diperkuat dengan persenjataan dari Iran dan Korea Utara, sehingga dapat melancarkan serangan hingga ke kota-kota dan desa-desa di hampir seluruh garis depan di timur. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore