Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Februari 2024 | 13.45 WIB

Korea Selatan Akan Memperpanjang Jam Belajar Ekstrakurikuler Hingga Pukul 8 Malam untuk Siswa Kelas Satu Sekolah Dasar

Presiden Yoon Suk Yeol mulai mensosialisasikan program Neulbom School./Kantor Kepresidenan Korea Selatan - Image

Presiden Yoon Suk Yeol mulai mensosialisasikan program Neulbom School./Kantor Kepresidenan Korea Selatan

JawaPos.com - Korea Selatan pada hari Senin (5/2), meluncurkan rencana untuk memperpanjang jam pelajaran untuk kelas ekstrakurikuler sekolah dasar.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan membuat kelas-kelas tersebut tersedia di semua sekolah, untuk membuat rutinitas kehidupan orang tua yang sering bepergian menjadi lebih baik dari segi logistik dan finansial.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar 1,17 triliun won atau sekitar Rp 13 triliun untuk tahun ini, dua kali lipat lebih besar dari jumlah yang dialokasikan untuk tahun lalu.

Dana tersebut dialokasikan pada setiap siswa kelas satu, untuk mendaftar pada program kelas ekstrakurikuler tahun ini, yang dinamakan Neulbom School.

Tambahan dua jam setiap hari akan disediakan secara gratis untuk kelas ekstrakurikuler siswa kelas satu, yang biasanya pulang sekolah sekitar pukul 13.00 KST (Korea Standard Time).

Orang tua dapat mendaftarkan anak-anak mereka di kelas tambahan hingga pukul 20.00 KST, dengan biaya tambahan. Sekitar 8.500 staf akan dialokasikan untuk menjalankan kelas-kelas tersebut.

Dalam debat publik pada hari Senin, Presiden Yoon Suk Yeol menekankan peran sekolah dasar dalam menyediakan penitipan anak di luar jam mengajar wajib yang ditetapkan dalam kurikulum nasional.

Debat tersebut diadakan bersamaan dengan pengarahan kebijakan tahun baru oleh Kementerian Pendidikan.

"Sekolah-sekolah harus diberi peran dan tanggung jawab yang lebih besar, agar konsep 'kepedulian masyarakat' dapat berakar," ujar Yoon Suk Yeol dalam acara yang diadakan di sebuah sekolah dasar di Hanam, provinsi Gyeonggi.

Orang tua seringkali kesulitan untuk menyesuaikan jam kerja mereka, dengan jadwal sekolah anak-anak. Hal tersebut memaksa para orang tua untuk mengambil cuti sejenak dari karier mereka, atau meninggalkannya.

Mereka yang tetap bekerja, sering kali harus mengirim anak-anak mereka ke kelas privat sepulang sekolah.

Pada tahun 2022, orang tua di Korea Selatan menghabiskan total 11,9 triliun won atau sekitar Rp 130 triliun untuk kelas privat anak-anak mereka.

Dengan latar belakang ini, Korea Selatan membuat rencana untuk lebih dari 6.000 sekolah dasar di seluruh negeri untuk menawarkan Neulbom School.

Neulbom School merupakan program sebelum dan sesudah sekolah, yang disponsori oleh pemerintah kepada siswa kelas satu mulai semester musim gugur.

Kelas-kelas Neulbom School akan dapat dinikmati oleh siswa, di semua jenjang sekolah dasar pada tahun 2026.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore