Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Februari 2024 | 00.42 WIB

Negara-Negara Pendonor Dukung UNRWA, PBB Berusaha Pulihkan Kepercayaan Diri

Gambar pengungsi palestina menerima bantuan di pusat Badan bantuan dan Pekerjaan PBB (nytimes.com)

JawaPos.com - Setelah mendesak badan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), negara-negara pendonor United Nations Relief and Works Agency (UNRWA), pada Rabu (30/1) memberikan isyarat kepada UNRWA. 

Mereka akan terus mendukung organisasi tersebut dalam kondisi yang tepat, serta menekankan peran penting mereka dalam berikan bantuan, untuk menyelamatkan nyawa ketika krisis pangan dan penyakit yang meluas dalam peperangan di Gaza. 

Dilansir dari nytimes.com, Kamis (1/2), terdapat 12 negara termasuk Amerika Serikat serta Jerman sebagai dua pendonor terbesar, untuk sementara waktu menangguhkan pendanaan.

Hal tersebut terjadi, setelah perintah Israel menyebarkan tuduhan terhadap pekerja UNRWA yang ikut terlibat dalam serangan pada tanggal 7 Oktober 2023.

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield menyatakan bahwa pada hari Rabu (31/1) penghentian pendanaan untuk UNRWA bersifat sementara, serta menyatakan pujian terhadap lembaga bantuan tersebut.

Menurut Linda Thomas-Greenfield pada pertemuan bersama Dewan Keamanan PBB (31/1), pihaknya mengetahui bahwa UNRWA telah memberikan layanan penyelamatan nyawa dalam situasi yang menantang di Gaza, serta berkontribusi terhadap stabilitas dan keamanan regional. 

Selain itu, demi dua juta warga sipil Palestina yang bergantung pada UNRWA, sehingga sangat penting untuk PBB segera mengambil tindakan cepat dan tega.

Tindakan tersebut bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban dan menemukan siapa yang salah atas tindakan keji tersebut.

Hal tersebut penting dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap operasi UNRWA dan mulai memulihkan kondisi yang ada, khususnya kepercayaan pendonor.

Sebelumnya, Israel menuduh 12 pegawai PBB yang ikut serta dalam serangan (7/10/2023), salh satunya dituduh menculik seorang wanita dan satu orang terlibat dalam pembantaian 

Sedangkan di kibbutz telah menewaskan 97 orang, sembilan dari 12 karyawan dipecat, serta ada dua orang tewas.

Pemerintah Israel menganggap UNRWA sebagai garda terdepan Hamas. Selama bertahun-tahun telah menyerukan agar badan tersebut ditinggalkan. 

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu (31/1) yang menyatakan bahwa komunitas internasional dan PBB untuk memahami bahwa misi UNRWA harus diakhiri. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore