
Demonstrasi pro-Palestina di AS. (MEMO)
JawaPos.com – Sebuah organisasi aktivis Hak Asasi Manusi (HAM) di Amerika laporkan dugaan keterlibatan beberapa pejabat pemerintahan AS terhadap aksi Genosida Israel di Palestina.
Akibatnya, Pemerintahan Amerika Serikat ditangguhkan pada hari Jumat (26/1/23) karena laporan tersebut, MEMO melaporkan (29/1).
Organisasi Defense for Children International Palestine (DCIP) mengklaim Presiden AS Joe Biden, Menteri Luar Negeri Antony Blinken, dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin mendukung kampanye pemboman Israel yang sedang berlangsung di Gaza yang menewaskan lebih dari 27.000 warga Palestina, sebagian besar adalah anak-anak dan wanita.
Organisasi HAM tersebut menuntut pengadilan federal Amerika menyatakan bahwa Pemerintah AS telah gagal mencegah genosida serta bersekongkol dalam genosida dan menuntut AS mengakhiri dukungan militer dan diplomatik Amerika terhadap kampanye genosida Israel di Gaza.
Sidang tersebut, yang berlangsung lebih dari empat jam dan diadakan di Pengadilan Oakland, Kalifornia. Persidangan mencakup kesaksian dari seorang dokter yang bekerja di Gaza, empat warga Palestina-Amerika yang kehilangan anggota keluarga dalam kampanye pemboman yang tiada henti, serta seorang pejabat DCIP dan seorang ahli Holocaust.
Warga Palestina menguraikan bagaimana kehidupan mereka telah berubah sejak perang genosida Israel di Palestina pecah dan Israel mulai membom Gaza.
“Kami mengalami banyak pengungsian, Ini adalah pengungsian keempat bagi saya dan keluarga saya,” kata Dr Omar Al Najjar di pengadilan dari Gaza.
Dr. Omar menjelaskan bagaimana dia tidak memiliki kontak langsung dengan keluarganya dan dia bekerja 24 jam sehari di rumah sakit. “Saya tidak punya apa-apa lagi selain kesedihan saya, tubuh tak bernyawa yang berjalan. Inilah yang telah dilakukan Israel, terhadap para pendukungnya,” ujarnya dalam persidangan.
Mantan warga Gaza, Ahmed Abofoul, yang selamat dari tiga perang dan memutuskan untuk belajar hukum sebagai hasilnya mengatakan, “Gaza yang kita kenal, sudah tidak ada lagi. Segala sesuatu yang kita tahu sudah tidak ada lagi.”
Aboufoul mengatakan keluarganya telah kehilangan lebih dari 60 anggota dalam pemboman tersebut, 50 dalam satu serangan.
“Dengan setiap panggilan telepon, (keluarga saya) tidak sama, kami kehilangan lebih banyak lagi,” kata Abofoul di pengadilan.
Ketika ditanya bagaimana kejadian di Gaza mempengaruhi kehidupannya sehari-hari di AS, penggugat Laila El-Haddad mengatakan, “Hal ini menghabiskan setiap aspek kehidupan saya. Ini adalah mimpi buruk yang hidup, secara kiasan dan harfiah.”
“Uang saya terlibat” dalam apa yang terjadi, jelas El-Haddad, mengacu pada uang pajak AS yang digunakan untuk mendukung Israel.
El Haddad menambahkan, “hal ini juga membuat saya merasa sebagai seorang Muslim Palestina, tidak nampak, tidak terdengar, didiskriminasi, tidak manusiawi, dan sama sekali tidak terlihat.”
“Kita sedang menyaksikan genosida yang sedang berlangsung, tidak ada keraguan dalam pikiran saya,” rekan penggugatnya, Wael Elbahassi, menambahkan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
