Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Juli 2022 | 14.10 WIB

Gotabaya Sebut Sudah Lakukan Segalanya untuk Atasi Krisis Sri Lanka

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Gotabaya Rajapaksa akhirnya resmi mengundurkan diri dari kursi Presiden Sri Lanka. Dia sebelumnya sempat melarikan diri ke Maladewa dan kemudian Singapura. Dari Singapura, Gotabaya mengirimkan surat pengunduran diri.

Tak ingin dicap sebagai presiden yang gagal dan menjadi penyebab krisis di Sri Lanka, Gotabaya mengaku telah melakukan semua langkah yang mungkin untuk mencegah krisis ekonomi. Gotabaya memang menjadi sasaran kemarahan rakyat Sri Lanka akibat krisis yang mendera. Dia didesak untuk mundur oleh rakyat.

Sementara itu, Parlemen Sri Lanka bertemu pada Sabtu (16/7) untuk memulai proses pemilihan presiden baru. Dhammika Dasanayake, sekretaris jenderal parlemen, secara formal membacakan surat pengunduran diri Gotabaya, yang isi lengkapnya belum diungkapkan kepada publik.

Dalam suratnya, Gotabaya mengatakan krisis keuangan Sri Lanka berakar dari salah urus ekonomi selama bertahun-tahun sebelum dia menjabat sebagai presiden. Selain itu, pandemi Covid-19 secara drastis telah mengurangi kunjungan wisatawan dan devisa dari pekerja di luar negeri.

"Adalah keyakinan pribadi saya bahwa saya telah mengambil semua langkah yang mungkin untuk mengatasi krisis ini, termasuk mengundang anggota parlemen membentuk pemerintahan bersatu atau (dari) semua partai," kata Gotabaya dalam suratnya.

Parlemen akan bertemu lagi pada Selasa (19/7) untuk menerima pencalonan presiden. Pemungutan suara akan dilakukan pada Rabu (20/7). Perdana menteri enam kali, Ranil Wickremesinghe, sekutu klan Rajapaksa yang menjadi wakil tunggal partainya di parlemen, telah dilantik menjadi presiden sementara sampai presiden baru terpilih.

Wickremesinghe, yang juga dituntut mundur oleh demonstran, diajukan sebagai calon presiden partai berkuasa pada Jumat (15/7). Pencalonannya mendorong kemungkinan huru-hara berlanjut jika dia terpilih sebagai presiden. Calon presiden kubu oposisi adalah Sajith Premadasa, sedangkan anggota senior parlemen dari partai berkuasa Dullas Alahapperuma berpotensi menjadi kuda hitam.

Cadangan devisa Sri Lanka nyaris habis dan inflasi mencapai 54,6 persen bulan lalu. Sri Lanka pada Sabtu (16/7) menerima tiga pengiriman bahan bakar dan menjadi elombang pertama dari beberapa pengiriman selama tiga pekan ke depan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore